Andi Arief: Ulang Tahun SBY dan Partai Demokrat Tak Akan Dirayakan dengan Gegap Gempita

Dalam tulisan tersebut Andi Arief menyoroti kiprah SBY dan Partai Demokrat dalam pembangunan bangsa.

Andi Arief: Ulang Tahun SBY dan Partai Demokrat Tak Akan Dirayakan dengan Gegap Gempita
Kompas.com/Robertus Belarminus
KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengukuhkan putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019. Sabtu (17/2/2018). 

Wakil Sekjekn Partai Demokrat, Andi Arief, mengatakan bahwa Indonesia tengah menghadapi masalah yang cukup serius saat ini.

Hal itu ditulis secara panjang lebar oleh Andi dalam siaran persnya jelang hari unag tahun pimpinan partai Demikrat Susilo Bambang Yudhoyono dan ulang tahun Partai Demokrat ke -17 tahun yang jatuh pada tanggal 9 September.

Dalam tulisan yang diberi judul "Badai yang Sempurna Menantang 17 Tahun Partai Demokrat" tersebut Andi Arief menyoroti kiprah SBY dan Partai Demokrat dalam pembangunan bangsa dan perannya sebagai partai penyeimbang di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Menurut Andi Arief, Partai Demokrat sejak Pemilu 2014 memilih sebagai Partai Penyeimbang, bukan oposisi dan tidak ikut dalam pemerintahan meski di awal pembentukan Kabinet dan dalam perjalanannya Presiden Jokowi menawarkan jabatan menteri dan ikut dalam pemerintahan.

Satu pilihan politik, Satu perbuatan. Sampai hari ini Partai Demokrat di dalam 5 tahun Jokowi menjabat Presiden tetap menjadi penyeimbang dan tidak segan-segan melakukan peringatan atau kritik keras atas kebijakan yang menyangkut rakyat dan arah negara.

Kalaupun ada keberhasilan Partai demokrat tidak akan malu-malu memuji.

Indonesia sedang mengalami masalah cukup serius saat ini bahkan diperkirakan tantangan ke depan masih cukup berat. Menteri SMI menyebutya Ekonomi Indonesia sedang menghadapi Badai yang sempurna.

Apakah badai bisa diprediksi? Amerika dalam bencana Badai besar mampu mendeteksi dan mempersiapkan segala sesuatu sebelum terjadi agar tidak menimbulkan korban besar.

Prinsip dalam kebencanaan, jika sudah terdeteksi lalu masih timbulkan korban besar maka ada yang salah dalam persiapannya atau tidak mempercayai pendeteksian itu yang dalam perangkat ilmu pengetahuan modern diyakini bisa.

Partai Demokrat dan SBY sejak 2004 menganggap Badai yang akan dihadapi perekonomian Indonesia bisa datang kapan saja, karena itu ekonomi yang masih ringkih akibat 1998 harus dibangun kembali dengan tetap memperhitungkan jika tiba-tiba badai itu muncul.

Halaman
1234
Editor: murtopo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved