Alumni Pelatihan Militer Afghanistan: Jihadis Lokal Bisa Manfaatkan Gerakan #2019GantiPresiden

Tetapi, katanya, 'jihadis' akan terus memasang mata dan kuping, menunggu saat yang ditunggu-tunggu, yaitu konflik.

Alumni Pelatihan Militer Afghanistan: Jihadis Lokal Bisa Manfaatkan Gerakan #2019GantiPresiden
Warta Kota/Henry Lopulalan
Topi #2019GantiPresiden dijual bebas kepada warga di arena Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (29/4/2018). 

ALUMNI Pelatihan Militer Afghanistan Ahmad Sajuli menyoroti ramainya gerakan #2019gantipresiden di Indonesia.

Ahmad menilai, gerakan #2019gantipresiden disinyalir sebagai gerakan yang mampu menimbulkan peluang bentrokan. Gerakan tersebut juga disinyalir bisa dimanfaatkan kelompok 'jihadis' lokal.

"Chaos adalah peluang bagi 'jihadis' untuk mengambil peran. Mereka mendambakan chaos di suatu negara," kata Ahmad Sajuli dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/9/2019).

Baca: Ini Empat Elemen di Gerakan #2019GantiPresiden Menurut Pengamat, Salah Satunya Teroris

Ketua Forum Komunikasi Alumni Afghanistan Indonesia ini juga menyoroti komunitas anti-pemerintah saat ini memang menemukan komunitasnya, walau masing-masing punya agenda.

Tetapi, katanya, 'jihadis' akan terus memasang mata dan kuping, menunggu saat yang ditunggu-tunggu, yaitu konflik.

Ahmad Sajuli mencontohkan bagaimana generasi Alqaeda hari ini gerakannya sangat efektif dan mampu membaur bersama ribuan orang dalam sekali waktu, bergerak dengan memanfaatkan perasaan Umat Islam, cerdas dalam berorganisasi dan rapi, anggotanya juga disiplin, dan inilah salah satu keunggulan yang sebut sebagai generasi baru milenial Alqaeda.

Baca: Mantan Kepala BAIS: Gerakan #2019GantiPresiden Punya Potensi Jadi Makar

"Dia adalah organisasi yang adaptif, yang telah memanfaatkan kekacauan dan gejolak perubahan revolusioner untuk menciptakan basis operasional dan rumah baru. Mereka menjadi lebih susah diprediksi, lebih otonom dan oportunis, serta lebih kuat, karena Alqaeda bisa mendapatkan senjata baru, rekrutan baru, sumber dana baru, serta safe heaven baru," paparnya.

Ahmad Sajuli menambahkan, ISIS juga diuntungkan dengan chaos di sebuah negara. Walau tidak secerdas Alqaeda, keduanya merupakan ancaman. Apalagi, ancaman menjelang pemilihan umum 2019 yang sekarang gesekannya sudah terasa antara dua kubu.

"Maka, perlu diwaspadai agar jangan sampai upaya kelompok itu memanfaatkan isu politik, justru efektif menjadi provokasi yang akan memecah belah anak bangsa," tegas Ahmad Sajuli. (Fransiskus Adhiyuda)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help