Ustaz Abdul Somad Menangis Saat Ungkap Peristiwa yang Dialami Nabi Muhammad SAW

Ustadz Abdul Somad (UAS) menangis dan membuat sejumlah orang yang hadir pun menangis tersedu-sedu.

Ustaz Abdul Somad Menangis Saat Ungkap Peristiwa yang Dialami Nabi Muhammad SAW
Serambi Indonesia
Ustadz Abdul Somad menerima gelar adat kehormatan dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Selasa (20/2/2018). 

DALAM Pengajian Dakwah Tausiah Ceramah Kajian Sirah Nabawiyah, Ustadz Abdul Somad Tidak Kuasa Menahan Tangis Saat mengisahkan detik-detik Wafatnya Rasulullah.

Video ini membuktikan bahwa UAS menolak jalan kekerasan.

Dia menceritakan Haji Wada di saat wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Kelembutan hati UAS menjadikan dia terharu.

Dia berderai air mata meski di dalam sejumlah ceramahnya, UAS terkesan demikian galak, tapi hatinya lembut.

Sejumlah sumber terdekat menjelaskan, sikapnya itu memang mencerminkan tentang kedewasaan UAS meski banyak pihak yang tidak menyukai dirinya.

Percakapan Rasulullah dengan sejumlah sahabat di saat Haji Wada memang mengharukan, saat bercerita, UAS berderai air mata.

"Mereka beriman kepadaku padahal tidak pernah melihat aku, aku bukan orang Arab, aku bukan Quraish, tidak pernah bersamanya, tapi merasa dekat sekali," katanya.

Tangis UAS membuat banyak jamaah pun tersentuh dan menangis sejadi-jadinya.

"Apa yang sudah kita buat? Air mata tidak cukup menolong agama Rasulullah SAW, tolonglah agama Allah ini, orang-orang kaya, raja-raja kalian dirikan madrasah, tolong fakir miskin," katanya.

Sepanjang menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW itu, Ustadz Abdul Somad (UAS) menangis dan membuat sejumlah orang yang hadir pun menangis tersedu-sedu.

Tangis UAS pecah karena dia tidak kuasa bercerita tentang saat perpisahan dengan umat Islam. 

Saat itu, praktis membuat sejumlah kalangan umat Islam ketika Haji Wada yang menghadiri perpisahan dengan Nabi Muhammad SAW pun menangis.

Sejumlah sahabat seperti Umar bin Khatab sangat emosional dan ditenangkan oleh Abu Bakar.

Sejumlah sahabat lainnya pun menangis ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW yang mereka cintai. 

Momen ini membuat sejumlah kalangan menilai bahwa seharusnya sejumlah pembenci UAS tidak main hakim sendiri. 

Soalnya, apa yang terjadi menunjukkan adanya persekusi yang dibiarkan itu bisa memicu benturan. 

Sejumlah pendukungnya bereaksi, ketika kalimat syahadat disebut sebagai bukti keterlibatan HTI .

Alasan kenapa UAS ditolak atau dihadang sama GP sebuah ormas karena Ada atribut kru UAS yang pake atribut kalimat syahadat. 

Padahal, hal seperti itu dijumpai di banyak kegiatan dan identitas umat Islam, di antaranya keranda mayat. 

Sejauh ini, UAS dan jamaah tidak ada yang bereaksi terkait dengan persekusi yang dialami. 

Usulan sejumlah pihak agar UAS melaporkan persekusi yang dialaminya ke pihak kepolisian, soalnya upaya pelaporan yang pernah dilakukan saat dipersekusi sejumlah kalangan pembencinya di Bali itu tidak kunjung diproses hingga selesai. 

 

Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help