Giliran Pengajian Ustadz Adi Hidayat Dikabarkan Bubar

Ceramah UAH dihentikan seorang ibu, yang menilai, saat itu, giliran rombongan ibu tersebut untuk menyelenggarakan pengajian di Masjid Puri Cinere.

Giliran Pengajian Ustadz Adi Hidayat Dikabarkan Bubar
Youtube
Ust Adi Hidayat 

SETELAH kasus yang dialami sejumlah kalangan pendakwah karena larangan berceramah, hal kurang kondusif dikabarkan juga dialami Ustadz Adi Hidayat (UAH) saat melaksanakan diskusi di Masjid Puri Cinere.

Ceramah UAH dihentikan seorang ibu, yang menilai, saat itu, giliran rombongan ibu tersebut untuk menyelenggarakan pengajian di Masjid Puri Cinere.

Seorang ibu tersebut memberikan surat pemberitahuan dengan tulisan tangan untuk menjelaskan bahwa giliran mereka untuk memanfaatkan masjid itu untuk menggelar pengajian.

Terkait hal itu, UAH menjelaskan, pengajian yang digelar panitia sudah berlangsung 6 tahun dan sudah terjadwal selama ini oleh Dewan Keluarga Masjid (DKM) di masjid tersebut.

Kabar melalui media sosial pun berseliweran.

"Kabar yang beredar di media sosial itu tidak benar, jadi tepatnya yang terjadi ada perbedaan saja, mereka tidak seperti itu jadi ini soal mereka merasa kalau saat itu, mereka yang menggunakan," katanya.

Menurut UAH, pihaknya tidak keberatan dan memersilakan dengan catatan, mengikuti jadwal yang sudah dibuat DKM. 

"Kami sudah memasuki tahun ke 7 dan sudah terjadwal waktunya, silakan saja menggunakan sesuai DKM," katanya. 

UAH berharap hal seperti dialaminya tidak lagi terjadi. 

DALAM Pengajian Dakwah Tausiah Ceramah Kajian Sirah Nabawiyah, Ustadz Abdul Somad Tidak Kuasa Menahan Tangis Saat mengisahkan detik-detik Wafatnya Rasulullah.

Baca: Menpora Ungkap Nilai Sejumlah Barang yang Dikuasai Roy Suryo Mencapai Rp 9 Miliar

Baca: Rizal Ramli Sindir Jokowi: Berani Gunakan Peluru Tajam Tapi Takut Hadapi Surya Paloh dan Ratu Utang

Baca: Wali Kelas Pernah Tebak Calon Istri Ahok Bakal Menikahi Anggota TNI, Ternyata Salah

Video ini membuktikan bahwa UAS menolak jalan kekerasan.

Dia menceritakan Haji Wada di saat wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Kelembutan hati UAS menjadikan dia terharu.

Dia berderai air mata meski di dalam sejumlah ceramahnya, UAS terkesan demikian galak, tapi hatinya lembut.

Sejumlah sumber terdekat menjelaskan, sikapnya itu memang mencerminkan tentang kedewasaan UAS meski banyak pihak yang tidak menyukai dirinya.

Percakapan Rasulullah dengan sejumlah sahabat di saat Haji Wada memang mengharukan, saat bercerita, UAS berderai air mata.

"Mereka beriman kepadaku padahal tidak pernah melihat aku, aku bukan orang Arab, aku bukan Quraish, tidak pernah bersamanya, tapi merasa dekat sekali," katanya.

Tangis UAS membuat banyak jamaah pun tersentuh dan menangis sejadi-jadinya.

"Apa yang sudah kita buat? Air mata tidak cukup menolong agama Rasulullah SAW, tolonglah agama Allah ini, orang-orang kaya, raja-raja kalian dirikan madrasah, tolong fakir miskin," katanya.

Sepanjang menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW itu, Ustadz Abdul Somad (UAS) menangis dan membuat sejumlah orang yang hadir pun menangis tersedu-sedu.

Tangis UAS pecah karena dia tidak kuasa bercerita tentang saat perpisahan dengan umat Islam. 

Saat itu, praktis membuat sejumlah kalangan umat Islam ketika Haji Wada yang menghadiri perpisahan dengan Nabi Muhammad SAW pun menangis.

Sejumlah sahabat seperti Umar bin Khatab sangat emosional dan ditenangkan oleh Abu Bakar.

Sejumlah sahabat lainnya pun menangis ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW yang mereka cintai. 

Baca: Ustaz Abdul Somad Menangis Saat Ungkap Peristiwa yang Dialami Nabi Muhammad SAW

Baca: Hina Ustadz Abdul Somad, Pria di Pekanbaru ini Dijemput FPI

Baca: Jawaban Ahok Pindah Agama atau Tidak Versi Adiknya

Momen ini membuat sejumlah kalangan menilai bahwa seharusnya sejumlah pembenci UAS tidak main hakim sendiri. 

Soalnya, apa yang terjadi menunjukkan adanya persekusi yang dibiarkan itu bisa memicu benturan. 

Sejumlah pendukungnya bereaksi, ketika kalimat syahadat disebut sebagai bukti keterlibatan HTI .

Alasan kenapa UAS ditolak atau dihadang sama GP sebuah ormas karena Ada atribut kru UAS yang pake atribut kalimat syahadat. 

Padahal, hal seperti itu dijumpai di banyak kegiatan dan identitas umat Islam, di antaranya keranda mayat. 

Sejauh ini, UAS dan jamaah tidak ada yang bereaksi terkait dengan persekusi yang dialami. 

Usulan sejumlah pihak agar UAS melaporkan persekusi yang dialaminya ke pihak kepolisian, soalnya upaya pelaporan yang pernah dilakukan saat dipersekusi sejumlah kalangan pembencinya di Bali itu tidak kunjung diproses hingga selesai. 

 

Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved