Bareskrim Cokok Kawanan Ahok dalam Kasus 18 Kg Narkotika yang Terungkap Sepekan

Lima orang pelaku yakni Hendri alias Apen, Ahok, Budi Hariawan, Enda dan Yessy Intan Puspitasari.

Bareskrim Cokok Kawanan Ahok dalam Kasus 18 Kg Narkotika yang Terungkap Sepekan
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi pengungkapan kasus narkotika. 

Direktorat Tindak Pidana (dirtipid) Narkoba Bareskrim Polri mengamankan setidaknya 18 kilogram sabu dari 3 kaus selama sepekan ini. Dari pengungkapan tersebut sebanyak 7 pelaku ditangkap, dan satu satu pelaku ditembak mati.

Kepala Tim NIC Dirtipid Narkotika Bareskrim Polri, AKBP Gembong Yudha mengatakan, pengungkapan kasus pertama merupakan sindikat jaringan Sumatera-Jawa. Imanuel, 43,  yang ditangkap oleh petugas pada Sabtu (1/9) lalu di Cluster Faraday Utara 3, No 50, Gading Serpong, Summarecon, Tangerang, Banten. 

"Dari tangan pelaku kami amankan sabu seberat 4,6 kilogram yang disimpan didalam rumahnya," kata AKBP Gembong Yudha, Jumat (7/9/2018).

Sementara kasus kedua, dikatakan Gembong, pihaknya mengamankan jaringan internasional.

Lima orang pelaku yakni Hendri alias Apen, Cai Hok alias Ahok, Budi Hariawan, Enda dan Yessy Intan Puspitasari, yang memiliki tugas masing-masing diamankan petugas. 

"Dari lima pelaku, dua orang diantaranya merupakan WN Malaysia," ucapnya.

Penangkapan pertama, kata Gembong, pihaknya meringkus Hendri di Jalan Salemba, Kelurahan Punggulaka, Kecamatan Puwati, Kota Kendari.

Ia ditangkap karena menerima paket berisi 3,5 kilogram sabu.

"Dengan awal ditangkapnya Hendri kami meringkus Ahok dan Hery alias Kobra," kata mantan Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat ini.

Selain tiga pelaku, sambung Gembong, pihaknya meringkus dua wanita yang bertugas sebagai kurir.

Dua wanita, Enda dan Intan diringkus di tempat kos yang beralamat di Komplek Baloi Garden 2 Blok E No.40, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Batam. 

"Kedua wanita ini mengaku mengirim paket atas perintah Yuyun yang berada dalam tahanan Polresta Barelang," katanya.

Saat berupaya untuk mengincar si pengendali, lanjut Gembong, pihaknya membawa Ahok tempat yang biasa dijadikan lokasi penyimpanan narkotika. Namun ternyata Ahok melawan dan lari ke arah balkon luar kamar hotel dan melompat dari lantai 8.

"Pelaku mendarat di lantai pinggir kolam renang lantai 3 dan meninggal dunia," jelasnya.

Untuk kasus ketiga, lanjut Gembong, pengungkapan yang dilakukan 28 Agustus kemarin, di Jakarta Utara. Sindikat Malaysia dengan dua pelaku ini ditangkap dengan barang bukti sabu sebanyak 3 kilogram. 

"Modusnya pelaku simpan tas didalam hotel, lalu nanti ada kurir yang akan mengambilnya," terang Gembong.

Tiga kasus yang diungkap itu, sambung Gembong, bagian dari pengungkapan 535 kasus yang terjadi di Indonesia. Selama sepekan itu juga, 784 orang pelaku diamankan. 

"Seluruh barang bukti yang disita adalah sabu 53,74 kg, ganja 75,1, kg, ekstasi 539 butir, psikotropika, kokain 82 gram, dan heroin 92,3 gram," paparnya.

Dari seluruh wilayah Indonesia itu juga, wilayah Sumatera Utara menjadi lokasi yang paling banyak melakukan pengungkapan. Tercatat, 228 kasus narkotika diungkap, dan selanjutnya Polda Metro Jaya yang mengungkap 77 kasus. 

"Urutan ketiga, di daerah Jawa Tengah yang mengungkap 54 kasus peredaran narkotika," katanya. 

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help