Setelah Hanyut dan Tenggelam 16 Jam, Ridwan Ditemukan Tewas di Tepi Kali Cikarang

"Korban ditemukan mengambang di tepi kali. Usai ditemukan korban langsung dibawa ke rumah duka."

Setelah Hanyut dan Tenggelam 16 Jam, Ridwan Ditemukan Tewas di Tepi Kali Cikarang
Warta Kota/Muhammad Azzam
Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi sedang melakukan pencarian terhadap Ridwan (2) yang hanyut dan tenggelam di Kali Cikarang, Bekasi, Kamis (6/9/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI--- Seorang bocah laki-laki, Ridwan Maulana (2), yang hanyut dan tenggelam di Kali Cikarang, Kampung Blokang RT 001 RW 07, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, akhirnya ditemukan, Kamis (6/9/2018).

Ridwan ditemukan di tepi Kali Cikarang dalam keadaan tewas usai 16 jam proses pencarian.

"Korban tenggelam pukul 07.30 WIB. Korban akhirnya ditemukan pukul 23.45," kata Andika Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, saat dihubungi Warta Kota, Jumat (7/9/2018).

Baca: Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Bocah Tenggelam di Kali Cikarang Dilanjutkan Besok

Andika menjelaskan, korban ditemukan dalam radius sekitar 100 meter dari lokasi korban tergelincir saat melewati jembatan.

Saat ditemukan, tubuh korban pun dalam keadaan membiru,perut kembung, dan badan penuh lumpur.

"Korban ditemukan mengambang di tepi kali. Usai ditemukan korban langsung dibawa ke rumah duka," ucapnya.

Andika menambahkan, Ridwan dilaporkan hilang pada Kamis (8/9/18) pukul 07.30. Dia hanyut di Kali Cikarang karena tergelincir di atas Jembatan Haji Karma yang saat itu tergenang air kali.

Ridwan tergelincir bersama tiga orang lainnya yaitu paman dan dua sudaranya.

Baca: Dua Bocah Tenggelam Usai Terpeleset saat Melintas Jembatan di Cikarang Bekasi

Saudara Ridwan yakni Febry Al Farizi (1) juga ikut hanya dan telah lebih dulu ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB, Kamis (6/9/2018).

Sementara paman dan anak paman itu selamat karena tidak ikut hanyut.

Sejak pagi kemarin, Tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Bekasi, Polri-TNI, Tagana maupun warga terjun ke lokasi kejadian.

Proses pencarian cukup sulit karena dasar kali penuh lumpur sehingga menyulitkan pencarian.

"Kendala pencarian, kali kedalamannya hanya 2 meter dan penuh lumpur. Saat pencarian agak sulit saat menggunakan perahu karet dengan mesin tempel (mopel), kalau berenang manual pun kan bahaya," ujar Andika.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved