Presiden Jokowi Apresiasi Kinerja KPK, Fahri Hamzah Sebut KPK Sudah Disusupi

Oleh karena itu, dirinya mengingatkan kepada seluruh pihak untuk tetap bekerja jujur dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat.

Presiden Jokowi Apresiasi Kinerja KPK, Fahri Hamzah Sebut KPK Sudah Disusupi
Warta Kota/Alex Suban
Presiden Joko Widodo menemui istri mendiang KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Sinta Nuriyah dan putrinya Yenny Wahid di rumah keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (7/92018). Kepada Sinta Wahid, Jokowi mengucapkan selamat ulang tahun untuk presiden ke-4 itu dan memohon restu untuk maju dalam pilpres. 

PENANGKAPAN sebanyak 41 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malang yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diapresiasi Presiden Republik Indonesia, Joko widodo.

Rasa salutnya itu dituangkan Jokowi-sapaan Joko Widodo; lewat akun instagramnya @jokowi; pada Jumat (7/9/2018).

Walau miris, kasus dugaan korupsi masal terkait suap pembahasan Anggaran pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Malang tahun anggaran 2015 itu diungkapkanya mengajarkan sesuatu, yakni menjaga kepercayaan masyarakat.

"Sebanyak 41 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Yang bisa kita petik dari masalah ini adalah bahwa tidak mudah membangun kepercayaan dari masyarakat. Itu memerlukan waktu yang panjang," jelas Jokowi.

Oleh karena itu, dirinya mengingatkan kepada seluruh pihak untuk tetap bekerja jujur dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat.

"Karena itulah, saya mengingatkan semua pihak yang diberikan kepercayaan oleh masyarakat -- baik yang duduk di lembaga eksekutif maupun lembaga legislatif -- untuk menjaga kepercayaan yang diembannya itu,' jelas Jokowi.

"Jagalah kepercayaan itu untuk kebaikan-kebaikan rakyat daerahnya, provinsinya, dan di dalam lingkup lebih besar: negara," tambahnya.

Berbanding terbalik dengan Jokowi, wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Fahri Hamzah menyebut aksi yang dilakukan KPK tidak tepat. Sebab kehadiran anggota DPRD dalam rapat pembahasan APBD-P tahun anggaran 2015 belum tentu terlibat dalam kasus suap.

"Demikianlah yg terjadi bapak presiden. Dan hari ini, di kota malang, kota yang indah berseri. Arek2 malang yang pemberani, KPK menangkap hampir semua anggota DPRD kota itu, Kecuali yang bolos karena dianggap tidak ikut merugikan negara. (Bolos ternyata bagus sekali)," tulisnya. (https://twitter.com/Fahrihamzah/status/1036985282187292672)

"Korupsi masal terkait dugaan suap pembahasan Anggaran pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Malang tahun anggaran 2015," balas akun @7Naga10. 

"Pak, ini perkara mendidik mentalitas bangsa.. Sy juga setuju sistem kita blm sempurna.
Tapi intinya rakyat jg setuju yg maling harus ditindak agar generasi kedepan tdk semakin brutal. Bangun mental bangsa dengan sikat habis koruptor!!!," tambah Rendra lewat akun @rama26rahmana. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved