Kemenpan RB Butuh 238 Ribu CPNS Baru, Ini Syarat yang Dibutuhkan

Pendaftaran tersebut akan mulai dibuka pada September ini, dengan berbagai kebutuhan formasi.

Kemenpan RB Butuh 238 Ribu CPNS Baru, Ini Syarat yang Dibutuhkan
WARTA KOTA/MOHAMAD YUSUF
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, pada acara Rapat Koordinasi Penyampaian Rincian Penetapan Kebutuhan Formasi PNS dan Persiapan Pengadaan CPNS Tahun 2018 di Kompleks Bidakara, Jakarta, Kamis (6/9/2018). 

KEMENTERIAN Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi, dan Birokrasi (Kemenpan RB) akan membuka pendaftaran untuk 238 ribu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Pendaftaran tersebut akan mulai dibuka pada September ini, dengan berbagai kebutuhan formasi.

“Proporsi terbesar formasi CPNS tahun ini adalah untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis yang saat ini masih kurang, antara lain tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur sesuai dengan program Nawacita,” kata Syafruddin, Menteri PAN-RB, pada acara Rapat Koordinasi Penyampaian Rincian Penetapan Kebutuhan Formasi PNS dan Persiapan Pengadaan CPNS Tahun 2018 di Komplek Bidakara, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Baca: Pemkot Tangerang Tunggak Pajak Kendaraan Bermotor Rp 1,1 Miliar

Prioritas perencanaan pengadaan CPNS pada jabatan-jabatan tersebut, lanjutnya, disesuaikan dengan program pembangunan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla.

Di sisi yang lain, pengadaan CPNS tahun itu juga bersamaan dengan perubahan yang bergulir begitu cepat di era industri 4.0, yang bercirikan dominannya peran mesin dan otomatisasi, serta terintegrasinya sistem komputasi dan jejaring dalam proses fisik. 

“Karena itu, untuk menghadapi tantangan dan mengantisipasi perubahan tersebut, kita harus mempersiapkan SDM aparatur berkelas dunia yang berintegritas, memiliki nasionalisme, profesional, dan berwawasan global. Selain itu juga menguasai teknologi informasi dan bahasa asing, memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), ramah dan melayani (hospitality), serta memiliki daya jejaring yang kuat (networking),” papar Syafruddin. 

Baca: Nikita Mirzani: Kayaknya Dipo Latief Enggak Sanggup Pisah Sama Gua

Saat ini, jumlah PNS sekitar 4,3 juta, dengan proporsi terbesar selain guru dan tenaga kesehatan adalah tenaga pelaksana/administratif sebesar 1,6 juta, atau sekitar 38 persen, dan tenaga teknis keahlian sebesar 372 ribu atau sekitar 8,6 persen. Komposisi PNS yang tidak seimbang tersebut akan menyulitkan dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Menyikapi hal tersebut serta dihadapkan pada tantangan era industri 4.0, kita memerlukan spesialisasi keahlian. Untuk itu pula, perencanaan dan usulan PNS baru, harus difokuskan pada jabatan-jabatan spesifik sesuai core business instansi, arah pembangunan nasional dan daerah, serta sasaran Nawacita, sehingga daya saing bangsa kita semakin meningkat di kancah internasional,” paparnya. (*)

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved