Suap DPRD Malang

Kasus Suap Seret 41 Anggota DPRD Kota Malang, Ini Cerita Lengkapnya

Dua hari melakukan penggeledahan di Kota Malang, KPK menetapkan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono sebagai tersangka. Demikian awalnya.

Kasus Suap Seret 41 Anggota DPRD Kota Malang, Ini Cerita Lengkapnya
Surya/Aflahul Abidin
GEDUNG DPRD Kota Malang, Rabu (5/9/2018), tak banyak aktivitas berarti usai 41 anggota DPRD Kota Malang ditahan KPK karena tersangkut kasus suap dan korupsi. 

Wali Kota Malang dan 18 Anggota Dewan

Pada Rabu, 21 Maret 2018, KPK menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut, yakni Moch Anton selaku Wali Kota Malang dan 18 anggota DPRD Kota Malang.

Anton yang saat itu merupakan calon wali kota petahana disangka turut memberikan suap kepada anggota dewan. Sedangkan, 18 anggota dewan itu disangka ikut menerima uang suap itu.

Mereka adalah Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Suprapto dan Mohan Katelu.

Selain itu juga ada Slamet, M Zaenuddin, Wiwik Hendri Astuti, Heri Puji Utami, Abd Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiharti, Sukarno dan Yaqud Ananda Gudban.

Saat itu, Anton dan Yaqud Ananda Gudban menjadi sorotan karena merupakan calon wali kota Malang dalam Pilkada Serentak 2018.

Tidak berhenti di situ. KPK kembali menemukan fakta baru dalam kasus itu.

Bahkan dalam fakta persidangan dari 18 anggota dewan tersebut muncul kasus baru, yakni gratifikasi dalam APBD 2015 senilai Rp 5,8 miliar dan pengadaan lahan sampah TPA Supit Urang senilai Rp 300 juta.

22 Tersangka

Penyidik KPK kembali turun ke Kota Malang untuk melakukan serangkaian penggeledahan dan pemeriksaan.

Halaman
1234
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved