Suap DPRD Malang

Kasus Suap Seret 41 Anggota DPRD Kota Malang, Ini Cerita Lengkapnya

Dua hari melakukan penggeledahan di Kota Malang, KPK menetapkan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono sebagai tersangka. Demikian awalnya.

Kasus Suap Seret 41 Anggota DPRD Kota Malang, Ini Cerita Lengkapnya
Surya/Aflahul Abidin
GEDUNG DPRD Kota Malang, Rabu (5/9/2018), tak banyak aktivitas berarti usai 41 anggota DPRD Kota Malang ditahan KPK karena tersangkut kasus suap dan korupsi. 

KASUS suap pembahasan APBD-P Kota Malang tahun anggaran 2015 mencuat ke permukaan setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melakukan serangkaian penggeledahan di Kota Malang pada Rabu, 9 Agustus 2017.

Dua hari berselang, yakni pada Jumat, 11 Agustus 2017, KPK menetapkan tersangka terhadap M Arief Wicaksono.

Arief yang saat itu merupakan ketua DPRD Kota Malang disangka menerima suap sebesar Rp 700 juta dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang tahun 2015, Jarot Edy Sulistyono.

Suap tersebut terkait dengan pembahasan APBD-P Kota Malang tahun anggaran 2015.

Selain itu, Arief juga disangka menerima uang dari Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman senilai Rp 250 juta terkait penganggaran kembali proyek jembatan Kedung Kandang dalam APBD tahun anggaran 2016 pada 2015.

Nilai proyek pembangunan jembatan tersebut sebesar Rp 98 miliar yang dikerjakan secara multiyears mulai tahun 2016 hingga 2018. Saat itu, baik Arief ataupun Jarot dan Hendarwan ditetapkan sebagai tersangka penerima dan pemberi suap.

Arief ditetapkan tersangka dalam dua kasus sekaligus. Kasus suap pembahasan APBD-P terus berkembang.

Dalam pemeriksaan, Arief mengatakan bahwa uang senilai Rp 700 juta yang diterimanya sebagian dibagikan kepada seluruh anggota dewan.

Nilai pembagiannya bervariasi. Bagi pimpinan, ketua fraksi, ketua komisi dan ketua badan perlengkapan dewan mendapatkan pembagian yang lebih dari pada anggota dewan yang tidak memangku jabatan ketua. 

Mereka ada yang mendapatkan pembagian sebesar Rp 12,5 juta, Rp 15 juta hingga Rp 17,5 juta.

MANTAN Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono keluar dari mobil tahanan sebelum menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Rabu (27/12/2017). Moch Arief Wicaksono menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.
MANTAN Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono keluar dari mobil tahanan sebelum menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Rabu (27/12/2017). Moch Arief Wicaksono menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. (Antara Foto/Wahyu Putro A)
Halaman
1234
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help