Ini Reaksi 2 Pejabat Era Nur Mahmudi Ketika Ditanya Soal Korupsi Proyek Jalan Nangka

Ada dua pejabat yang menjabat Kepala Dinas Bimasda Depok saat proyek pembebasan Jalan Nangka bergulir.

Ini Reaksi 2 Pejabat Era Nur Mahmudi Ketika Ditanya Soal Korupsi Proyek Jalan Nangka
Tempo/Gunawan Wicaksono
NUR Mahmudi Ismail 

Yulistiani dan Manto diketahui sempat menjadi saksi ini. Mereka termasuk dalam 87 saksi yang sudah diperiksa oleh Unit Tipikor Polresta Depok terkait dugaan kasus korupsi Jalan Nangka.

Dimana dalam kasus ini penyidik akhirnya menetapkan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto sebagai tersangka.

Ditaksir ada kerugian negara mencapai Rp 10,7 Miliar dalam kasus ini lewat APBD Depok tahun 2015.

Meski sudah ditetapkan tersangka, namun polisi belum menahan Nur Mahmudi dan Harry Prihanto. Tetapi polisi telah melakukan pencekalan terhadap keduanya.

Dalam kasus ini penyidik menduga ada double anggaran dalam pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka.

Dimana Pemkot Depok menganggarkan dana APBD Rp 10,7 Miliar, untuk pembebasan lahan warga guna pelebaran Jalan Nangka. Diduga penganggaran dana ini fiktif.

Karena lahan warga sudah dibebaskan pengembang yang akan membangun apartemen di sana. Hal itu sebagai syarat perizinan untuk adanya apartemen di sana dengan menyiapkan akses jalan masuk untuk fasos fasum.

Sehingga anggaran dari APBD Depok, diduga dikorupsi Wali Kota dan Sekda Depok yang menjabat saat itu.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved