Home »

News

» Jakarta

Honor Rp 150.000 untuk Pendamping RT/RW Terancam Ditolak, Pengurus RW Kecewa

Rencana Pemprov DKI Jakarta memberikan honor sebesar Rp 150 ribu kepada para pendamping RT/RW dalam Musrenbang terancam ditolak.

Honor Rp 150.000 untuk Pendamping RT/RW Terancam Ditolak, Pengurus RW Kecewa
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pelaksanaan Musrenbang tahun 2018 di Jakarta Pusat. (Foto ilustrasi) 

RENCANA Pemprov DKI Jakarta memberikan honor sebesar Rp 150.000 kepada para pendamping RT/RW dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) terancam ditolak.

Kondisi itu tentu saja menyisakan kekecewaan dari para pengurus RT/RW, salah satunya Ketua RW 03 Pulau Tidung, Khairudin.

Menurutnya tugas sebagai pendamping RT/RW merupakan bukan tugas utamanya sebagai perwakilan warga.

“Bingung juga ya, artinya ini kan kita bekerja diluar kewajiban sebagai pengurus RW,” ungkap Khairudin, Jumat (6/9/2018).

Baca: Djarot Bantah Disebut sebagai Makcomblang Ahok dengan Polwan Cantik

Khairudin mengaku sejauh ini dirinya memang sudah mendengar informasi pemberian honor bagi para pendamping RT/RW.

Namun sejauh ini, pria yang menjadi pendamping RT/RW dalam Musrenbang lalu belum merasakan efeknya.

“Itu dia, kan ada janji sehari dikenakan honor Rp 150.000. Tapi sampai sekarang nggak ada, belum dikenakan honor, nggak tahu rimbanya,” katanya.

Tidak mendapat honor

Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi mengatakan, setidaknya ada dua orang pendamping RT/RW dalam Musrenbang 2018 kemarin.

Ketika itu mereka tidak mendapatkan honor atas tugasnya tersebut.

“Tahun 2018 sudah ada, Januari kemarin. Ada pendamping, dua orang tiap kelurahan tapi nggak ada honor. Mereka warga biasa dan diajak rapat,” katanya.

Baca: Nicholas Setujui Ahok Nikah Lagi dengan Bripda Puput Nasti Devi : Yang Penting Terbaik Buat Papa

Cecep menuturkan kehadiran para pendamping RT/RW dalam Musrenbang untuk memastikan usulan yang dimasukkan tepat sasaran dan berjalan maksimal saat diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Misal warga butuh pelatihan kebakaran, jangan sampai (usulannya) ke kelurahan. Tapi kalau buat yang (Musrenbang) besok, belum ada arahan, belum ada perekrutan,” katanya.

Sekadar informasi, Pemprov DKI Jakarta meminta pendamping RT/RW diberikan honor Rp 150.000 per kepala setiap satu kali pertemuan.

Hal itu tertuang dalam Pergub Nomor 81 Tahun 2018 tentang Satuan Biaya Khusus untuk Kegiatan Rembuk Rukun Warga dan Musrenbang terkait penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help