Dukungan Frisian Flag Indonesia dan Lotte Grosir Bagi UMKM

Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), sektor kuliner menyumbang 41,4 persen dari total PDB ekonomi kreatif lndonesia.

Dukungan Frisian Flag Indonesia dan Lotte Grosir Bagi UMKM
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Dukungan Frisian Flag Indonesia dan Lotte Grosir Bagi UMKM 

PASAR REBO, WARTA KOTA----Industri kuliner di Indonesia terus tumbuh. Tidak hanya di perkotaan tapi juga sampai ke pelosok.

Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), sektor kuliner menyumbang 41,4 persen dari total produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif lndonesia.

Terbesar dari 16 subsektor yang ditangani Bekraf. Kehadiran platform aplikasi berbasis transportasi juga turut mendongkrak sektor ini. Membantu memudahkan pemesanan dan pengiriman makanan.

Baca: Sektor Bekraf Ditargetkan Raih Rp 1.000 Triliun PDB

Industri kuliner yang berkembang dan kebanyakan pelaku usaha kecil dan menengah (UMK) ini mendorong Frisian Flag lndonesia (FFI) bersama Lotte Grosir melakukan aktivitas bersama untuk menggairahkan pelaku kuliner untuk lebih memajukan usahanya.

Kedua perusahaan ini menggelar aktivitas bertajuk, inspirasi Horeka: Kreasi Aneka Dessert Nusantara bersama Frisian Flag.

Baca: Bekraf Bawa 14 Merek Lokal Pameran di Singapura Dalam Rising Fashion 2018

Kegiatan ini melibatkan sekitar 400 pelaku UMKM di area Jakarta dan sekitarnya.

Dukungan terhadap para pelaku bisnis kuliner diberikan Lotte Grosir dengan rutin menggelar kegiatan Inspirasi horeka (hotel, restoran, dan katering) sebagai bagian dari Horeka Day.

Pada kesempatan ini, FFI juga secara resmi memperkenalkan kemasan terbaru dari produk taste enhancer krimer kental manis, Omela.

Bila kemasan yang terdahulu memiliki berat 370 gram, kali ini hadir dalam ukuran lebih besar, 490 gram.

Baca: Bekraf Kirim Enam Delegasi di Pameran Teknologi Terbesar Taiwan

Menurut Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F Saputro, kemasan yang lebih besar ditujukan untuk pengusaha kuliner yang membutuhkan bahan krimer dalam jumlah besar.

Kemasan lebih besar akan membuat harganyapun semakin ekonomis.

“Menjawab kebutuhan para pelaku bisnis kuliner juga pengguna rumahan, kami menghadirkan produk dalam ukuran yang lebih besar. Menjadikannya lebih ekonomis, serta menjadi mitra tepat bagi para pelaku bisnis dalam mendukung usaha mereka,” kata Andrew.

Andrew mengatakan, selain kemasan yang lebih besar, disertai label yang tercetak langsung pada kaleng menjadikannya produk printed can pertama dari FFI, sekaligus menjadi satu-satunya di tim produk sejenis yang saat ini beredar di pasaran.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help