Balita Tewas di Kali Cikarang Usai Motor Kakeknya Tergelincir Saat Lewat Jembatan

Sejumlah dua balita tewas tenggelam usai sepeda motor kakeknya tergelincir saat melewati sasak.

Balita Tewas di Kali Cikarang Usai Motor Kakeknya Tergelincir Saat Lewat Jembatan
Istimewa
ILUSTRASI korban yang tenggelam. 

DUA balita tewas tenggelam usai sepeda motor kakeknya tergelincir saat melewati sasak atau jembatan Kali Cikarang, Kampung Blokang RT 01 RW 07, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (7/9/2018).

Balita itu bernama Ridwan Maulana (3) dan Febry Al Farizi (1,5). 

Kakek korban Agus Hermansyah (46) menceritakan kejadian itu berawal ketika dirinya mengajak kedua cucunya jalan-jalan pagi keliling kampung menggunakan sepeda motor matic.


Namun, saat ingin kembali pulang ke rumah dan melintasi jembatan itu, sepeda motornya tergelincir dikarenakan kondisi jembatan licin.

"Saya sama anak dan kedua cucu saya jalan-jalan ya biasa saya kan suka momong cucu pagi-pagi. Abis keliling dekat rumah, saya pulang dan saat lewat jembatan engga tahu tib-tiba jatuh seperti licin," ujarnya saat ditemui Warta Kota, pada Jumat (7/9/2018).

Herman menjelaskan memang saat itu kondisi jembatan sedikit terendam air karena air kali sedang tinggi.

Herman bersama anak dan kedua cucunya tercebur ke kali. Herman dan anaknya selamat tetapi kedua cucunya tidak berhasil diselamatkan, keburu hanyut tenggelam. 

Herman dan anaknya berhasil diselamatkan warga yang melihat kejadian itu.

"Motor saya jatuh ke sisi kiri, motor tidak tercebur kali karena step belakang motor tersangkut besi di jembatan itu, cuman bagian depan motor saja masuk kali," ujarnya.


"Semuanya jatuh ke kali, cucu saya sempat kepegang sama anak saya tapi terlepas. Saya mau tolong juga sulit karena kaki saya tersangkut distep motor itu," ucapnya.

Herman menambahkan kepalanya juga sempat terbentur tembok pinggir jembatan hingga berdarah. Handphonenya dan kacamatan disakunya juga ikut hayut tenggelam.

"Saya juga ditolongin warga, anaknya saya juga langsung menyelamatkan diri ke tepi kali. Tapi cucu saya ini tenggelam," katanya.

Kala itu, kata Herman, dirinya yang telah dibawa ke tepian juga sempat menceburkan diri kembali ke kali bersama warga mencari kedua cucunya yang tenggelam.

"Saya ikut nyebur juga, tapi saya waktu itu disuruh warga naik aja. Diobatin dulu istirahat. Nah abis itu Tim Sar datang, bantu cari pakai perahu karet," katanyanya.

Febry Al Farizi (1,5) berhasil ditemukan pada pukul 09.30. Sementara Ridwan Maulana (3) ditemukan pada pukul 23.45 WIB. Mereka ditemukan dalam kondisi pucat dan membengkak.

Kedua cucunya sudah dimakamkan di pemakaman keluarga dekat rumah.

Herman bercerita awal kejadian, besannya sempat menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa Al Farizi dan Ridwan.

"Ya saya sempat engga tenang, sebelum cucu saya ketemu semua. Orang tuanya si mengerti ini musibah dan sudah takdir. Ya tapi besam masih selek kenapa cucunya tewas, tapi sekarang sepertinya sudah biasa lagi, karena mungkin itu emosi sesaat karema sedih," jelasnya.

Herman mengatakan cucunya Ridwan dan Alfarizi merupakan anak kedua dari kedua anak perempuannya.

"Saya punya anak 5, yang 2 masih pada kecil. Yang 3 sudah berkeluarga. Itu cucunya memang apet bangat sama saya. Ya sedih juga mana lagi lucu-lucunya," paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help