Tidak Kunjung Dibangun, Pembeli Apartemen Cityland Jatibening Tuntut Ganti Rugi

Seorang warga Perumahan Puri Gading, Bekasi menuntut uang pembelian unit apartemen The Cityland Jatibening ke pihak pengembang.

Tidak Kunjung Dibangun, Pembeli Apartemen Cityland Jatibening Tuntut Ganti Rugi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri

SEORANG warga Perumahan Puri Gading, Jatimelati, Pondokmelati, Kota Bekasi menuntut uang pembelian unit apartemen The Cityland Jatibening ke pihak pengembang karena tidak kunjung dibangun hingga akhir 2017.

Bahkan warga yang bernama Abner Simamora (45) ini telah melayangkan gugatan itu ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Baca: Ketua DPRD DKI Siap Jadi Saksi Nikah Ahok dan Bripda Puput

Setelah dua kali tidak memenuhi panggilan BPSK, pihak pengembang PT Desindo Wijaya Tama akhirnya mengutus kuasa hukumnya bernama Maulana.

Kepada Ketua Majelis Ferry Lumban Gaol, Maulana meminta agar kasus tersebut diselesaikan dalam tahap arbitrase.

Pasalnya, tahapan mediasi dan konsolidasi yang dilakukan pengembang dengan Abner tidak kunjung menemui kesepakatan.

Baca: Polwan Calon Istri Ahok, Pernah Dinas di Polda Metro Jaya

"Berdasarkan putusan dari manajemen, kami meminta agar penyelesaian dilakukan melalui tahapan arbitrase karena mediasi dan konsolidasi sudah pernah dilakukan dengan saudara Abner," kata Maulana pada Kamis (6/9/2018).

Dalam persidangan itu, Majelis Hakim berkali-kali mencecar pertanyaan soal penyebab tidak dibangunnya apartemen yang terletak di Jalan Caman Nomor 75, Jatibening, Pondokgede, Kota Bekasi tersebut.

Apalagi gugatan serupa kepada Desindo Wijaya Tama di BPSK Kota Bekasi cukup banyak.

"Meski sedang mengalami kesulitan finansial, kami akan tetap membangun unit apartemen tersebut dengan mencari rekanan baru," ujar Maulana.

Baca: Pengacara Basuki Tjahaja Purnama Ungkap Kepastian Ahok Nikah Lagi dengan Polwan Puput

Usai persidangan, Abner mengaku merasa dirugikan karena telah mengeluarkan uang Rp 346 juta untuk pembelian apartemen seharga Rp 530 juta pada 2015 lalu.

Namun, sampai batas penyerahan kunci pada Desember 2017, unit apartemen yang dijanjikan tidak kunjung dibangun.

Baca: Ternyata Djarot yang Jadi Mak Comblangnya Ahok Sama Polwan Cantik

Pembelian unit apartemen tipe 1 KT ini dibayar secara tunai bertahap dengan tanda jadi Rp 10 juta, uang muka Rp 106 juta dan angsuran 20 kali sebesar Rp 11.500.000 setiap bulan.

"Pengembang padahal sudah berjanji dengan saya melalui surat pernyataan bahwa serah terima kunci akan dilaksanakan pada akhir 2017. Namun sampai sekarang, tidak ada progres pembangunan di lokasi proyek," kata Abner.

Dengan adanya wanprestasi dan kekecawaan yang telah Abner tanggung ini, maka pihaknya menuntut uang ganti rugi sebesar Rp 571 juta.

Rinciannya Rp 346 juta yang telah dibayarkan ke pihak pengembang, Rp 200 juta kerugiaan materiil yang mengacu pada bunga bank dan investasi serta uang sewa rumah karena unit belum jadi sebesar Rp 25 juta. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved