Rupiah Anjlok

Rupiah Anjlok, Perdagangan Emas di Pasar Minggu Masih Normal

PERDAGANGAN emas di Pasar Minggu masih berlangsung normal. Belum terlihat adanya gejolak baik pembelian maupun penjualan emas.

Rupiah Anjlok, Perdagangan Emas di Pasar Minggu Masih Normal
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
PERDAGANGAN emas di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tampak masih berlangsung normal, Kamis (6/9/2018), belum terlihat adanya gejolak baik pembelian maupun penjualan emas terkait melemahnya rupiah beberapa hari terakhir ini. 

PERDAGANGAN emas di Pasar Minggu masih berlangsung normal. Belum terlihat adanya gejolak baik pembelian maupun penjualan emas.

"Belum ada keramaian, masih biasa saja. Belum pengaruh kenaikan dolar dengan perdagangan emas," ujar Tiara, pemilik Toko Emas Senjaya yang berada di lantai dasar Pasar Minggu, Kamis (6/9/2018).

Begitu juga dengan harga emas yang belum berpengaruh dengan kondisi rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat yang menembus Rp 15.000.

Saat ini harga emas 22 karat bertengger di Rp 440.000, emas 18 karat Rp 250.000. Logam mulia 1 gram Rp 615.000.

PERDAGANGAN emas di Pasar Minggu tampak masih berlangsung normal, Kamis (6/9/2018), belum terlihat adanya gejolak baik pembelian maupun penjualan emas terkait melemahnya rupiah beberapa hari terakhir ini.
PERDAGANGAN emas di Pasar Minggu tampak masih berlangsung normal, Kamis (6/9/2018), belum terlihat adanya gejolak baik pembelian maupun penjualan emas terkait melemahnya rupiah beberapa hari terakhir ini. (Warta Kota/Lilis Setyaningsih)

Hampir sama dikemukakan Rey dari Toko Emas Suka Indah yang berada di lantai dasar Pasar Minggu.

Menurutnya harga emas saat ini masih dipengaruhi harga emas dunia dan bukan harga dolar terhadap rupiah.

Apalagi Rey menganggap kenaikan dolar masih belum terlalu besar yang membuat orang mengalihkan investasi ke emas.

"Orang-orang yang beli emas sekarang ini ya memang untuk keperluan, bukan karena kenaikan dolar," ujarnya.

Berbeda saat tahun 1998 ketika masyarakat 'ketakutan' menyimpan uang dan beralih ke emas yang harganya dianggap lebih stabil.

"Kalau tahun 1998 banyak yang beli emas karena dianggap lebih nyaman dan harganya tidak turun daripada uang. Dulu kan harga dolarnya sangat meningkat, jadi mereka berpikir membeli emas," kata Rey.

Soal harga juga belum ada kenaikan yang signifikan. Bahkan harga saat ini bertahan sejak Lebaran atau Juni lalu.

Baik Rey maupun Tiara tidak bisa memprediksi apakah masyarakat akan kembali berbondong-bondong membeli emas apa tidak bila nilai rupiah terus turun terhadap dolar.

PERDAGANGAN emas di Pasar Minggu tampak masih berlangsung normal, Kamis (6/9/2018), belum terlihat adanya gejolak baik pembelian maupun penjualan emas terkait melemahnya rupiah beberapa hari terakhir ini.
PERDAGANGAN emas di Pasar Minggu tampak masih berlangsung normal, Kamis (6/9/2018), belum terlihat adanya gejolak baik pembelian maupun penjualan emas terkait melemahnya rupiah beberapa hari terakhir ini. (Warta Kota/Lilis Setyaningsih)

Nur (36) warga Jagakarsa yang membeli emas di Pasar Minggu mengaku membeli liontin yang akan digunakan pada Minggu besok.

"Wah ngga tahu kalau soal dolar. Ini beli emas karena mau kondangan Minggu ini. Biar ganti aja liontinnya ketemu saudara-saudra," ucap Nur malu-malu.

Pantauan Warta Kota, suasana perdagangan toko emas di Pasar Minggu terlihat normal. Satu toko didatangi 1-2 pengunjung. 

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved