Rencana Jatuhnya Rupiah Era Soeharto untuk Menguatkan Rupiah Hari Ini Ternyata Gagal

Profesor Steve Hanke menyebut tragedi serupa justru terjadi di penghujung kepemimpinan Jokowi-sapaan Joko Widodo

Rencana Jatuhnya Rupiah Era Soeharto untuk Menguatkan Rupiah Hari Ini Ternyata Gagal
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi uang rupiah pecahan seratus ribu. 

PELEMAHAN nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di penghujung akhir kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Soeharto pada tahun 1998 silam diungkapkan Profesor Steve Hanke karena sejumlah hal dan maksud tertentu.

Lewat akun @Steve_Hanks, dirinya menyebut pemicu jebloknya rupiah pada awal reformasi itu karena permainan Amerika Serikat dan Internasional Monetary Fund (IMF).

Namun, krisis yang menimpa Indonesian serta sejumlah negara di dunia itu bertujuan baik, yakni menguatkan nilai rupiah saat ini.

Namun rencana para pendahulu dinilainya gagal di tangan Pemerintahan Joko Widodo.

Pakar ekonomi Amerika Serikat itu menyebut tragedi serupa justru terjadi di penghujung kepemimpinan Jokowi-sapaan Joko Widodo; saat ini.

"#Indonesian President Joko Widodo said that external factors were behind the #rupiah's fall to 20-year lows. What nonsense. If the US & IMF hadn’t plotted to overthrow Suharto 20 yrs ago, Indonesia would have a currency board & a sound rupiah," tulisnya pada Rabu (5/9/2018) (https://t.co/d0XXEEYujS)

"Beuhhh ternyata ketahuan yang punya rcn menggulingkan Presiden Soeharto 20 tahun yang silam adalah AS dan IMF #DibalikLayar #2019GantiPresiden," tulis @RajaPurwa pada Kamis (6/9/2018) (https://t.co/ct5mX3hezb)

Status @RajaPurwa pun dibagikan ulang olah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Fadli Zon.

Tanpa berkomentar, dirinya membagikan status @DidienAzhar berurutan tentang pertemuan dirinya dengan Profesor Steve. (https://twitter.com/didienAZHAR/status/1037559917475913728?s=19)

Sementara posisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Kamis (6/9/2018) pukul 12.00 WIB berada di angka Rp 14.998, 85 per USD.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved