Indonesia Cabut Dukungan Seluruh Resolusi AIPA karena Myanmar Tolak Resolusi

Indonesia sangat terbuka dan sudah melakukan berbagai kompromi terkait proposal resolusi kemanusiaan yang diusulkan.

Indonesia Cabut Dukungan Seluruh Resolusi AIPA karena Myanmar Tolak Resolusi
Warta Kota
Sejumlah kalangan menyesalkan sikap Myanmar terkait dengan resolusi terhadap bangsa Rohindya, yang dimusnahkan atau genosida. 

Sebelumnya, Fadli Zon menjelaskan, dia memimpin delegasi parlemen Indonesia dalam rapat Komite Eksekutif ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) yang diselenggarakan di Raffles City Convention Centre (RCCC), Singapura.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut didampingi oleh dua anggota DPR lainnya, yaitu Amelia Anggraini (Nasdem) dan Kartika Yudhisti (PPP).

Dalam rapat yang bertugas untuk memutuskan agenda serta daftar resolusi yang akan dibahas dalam Sidang Umum ke-39 AIPA tersebut, yang akan digelar di RCCC hingga 7 September 2018, delegasi parlemen Indonesia kembali memperjuangkan isu krisis kemanusiaan di Rohingya, Myanmar, untuk dijadikan salah satu resolusi.

Berikut adalah keterangan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon seusai rapat Komite Eksekutif yang ditutup pada pukul 23.00 waktu setempat.

"Posisi parlemen Indonesia masih sama dengan posisi tahun lalu, kasus Rohingya harus menjadi perhatian parlemen negara-negara ASEAN. Sebagai organisasi parlemen regional, AIPA tidak boleh menyembunyikan isu kemanusiaan di Myanmar dengan menolak untuk membahas serta memberikan pernyataan atas masalah tersebut hanya demi menjaga hubungan baik dengan tetangga. AIPA seharusnya berkomitmen untuk menjaga perdamaian di kawasan. Dan itu hanya bisa dilakukan jika AIPA peduli terhadap pentingnya perlindungan kemanusiaan," katanya.

Itu sebabnya, kata Fadli Zon, mereka kembali mengajukan draf resolusi atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar.

Resolusi ini harus menjadi bagian penting dari hasil Sidang Umum AIPA kali ini.

Sebagai anggota ASEAN, kata Fadli Zon, mereka tidak bermaksud mencampuri urusan internal anggota ASEAN lainnya.

"Draf resolusi ini kami ajukan semata untuk mendukung Myanmar dalam memulihkan perdamaian dan stabilitas, serta untuk memberi bantuan dalam mengatasi krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya," katanya.

Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help