Indonesia Cabut Dukungan Seluruh Resolusi AIPA karena Myanmar Tolak Resolusi

Indonesia sangat terbuka dan sudah melakukan berbagai kompromi terkait proposal resolusi kemanusiaan yang diusulkan.

Indonesia Cabut Dukungan Seluruh Resolusi AIPA karena Myanmar Tolak Resolusi
Warta Kota
Sejumlah kalangan menyesalkan sikap Myanmar terkait dengan resolusi terhadap bangsa Rohindya, yang dimusnahkan atau genosida. 

AIPA akan mengirimkan delegasi untuk mengetahui apa yang terjadi di Provinsi Rakhine. Kami sudah sepakat dengan usulan tersebut.

Namun, Myanmar terus-menerus bersikap defensif.

"Kasarnya, bahkan seandainya amandemen proposal itu hanya tinggal menyisakan satu kalimat saja, asal AIPA bisa melahirkan resolusi terkait isu kemanusiaan di Myanmar, Indonesia akan menerimanya, agar AIPA tak menanggung dosa sejarah sebagai telah menutup mata terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di halamannya sendiri," katanya.

Sayangnya, menurut Fadli Zon, proses pengambilan keputusan dalam Sidang AIPA menganut sistem konsensus. Jadi, jika ada satu negara yang tidak sepakat, selesailah sudah.

Dalam dua sidang AIPA terakhir, Myanmar telah menggunakan dalih konsensus ini untuk menolak proposal resolusi kemanusiaan yang diajukan Indonesia.

"Atas sikap Myanmar yang tak mau membuka diri tersebut, delegasi parlemen Indonesia memutuskan untuk mencabut dukungan terhadap seluruh resolusi yang dibahas dalam komite politik," katanya.

Jadi, kata dia, seperti halnya Sidang AIPA tahun lalu, kali ini pun tidak ada resolusi apapun yang diadopsi oleh komite politik.

Bagi Indonesia, resolusi lainnya menjadi tidak penting jika isu kemanusiaan di Myanmar ini tak bisa jadi resolusi AIPA.

"Indonesia sangat menghormati kemajuan sikap yang diberikan sejumlah delegasi negara lain terkait isu Rohingya. Itu sebabnya kami tidak mengambil keputusan drastis dengan menolak seluruh resolusi dari komite lainnya yang ada dalam Sidang AIPA," katanya.

Fadli Zon menyatakan, pihaknya mengira telah memberikan pesan yang kuat kepada Myanmar dan seluruh anggota AIPA.

Halaman
1234
Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help