Indonesia Cabut Dukungan Seluruh Resolusi AIPA karena Myanmar Tolak Resolusi

Indonesia sangat terbuka dan sudah melakukan berbagai kompromi terkait proposal resolusi kemanusiaan yang diusulkan.

Indonesia Cabut Dukungan Seluruh Resolusi AIPA karena Myanmar Tolak Resolusi
Warta Kota
Sejumlah kalangan menyesalkan sikap Myanmar terkait dengan resolusi terhadap bangsa Rohindya, yang dimusnahkan atau genosida. 

"Seperti halnya sidang AIPA tahun lalu di Manila, tahun ini Indonesia kembali mengajukan proposal resolusi atas tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya. Kami ingin mengajak parlemen negara-negara ASEAN lain untuk tak menutup mata terhadap persoalan kemanusiaan yang terjadi di halaman kita sendiri," katanya.

Sejumlah kalangan menyesalkan sikap Myanmar terkait dengan resolusi terhadap bangsa Rohindya, yang dimusnahkan atau genosida.
Sejumlah kalangan menyesalkan sikap Myanmar terkait dengan resolusi terhadap bangsa Rohindya, yang dimusnahkan atau genosida. (Warta Kota)

Sebab, kata Fadli Zon, jika AIPA tak sanggup melahirkan resolusi apapun mengenai masalah tersebut, lalu apa gunanya AIPA?

"Prinsipnya, kita hanya bisa menjaga perdamaian di kawasan Asia Tenggara jika kita sendiri bisa menghargai kemanusiaan," katanya.

Menurut Fadli Zon, apa yang terjadi di Provinsi Rakhine bukan hanya masalah domestik sebagaimana yang selalu diklaim delegasi Myanmar.

Masalah itu sudah jadi masalah kawasan dan masalah kemanusiaan internasional.

Indonesia dan Malaysia sudah terkena dampaknya, terkait urusan pengungsi.

Begitu juga dengan Bangladesh, yang sekarang jadi tempat pengungsian terbesar di dunia.

"Jadi, ini bukan lagi urusan domestik Myanmar, atau urusan bilateral antara Myanmar dengan Bangladesh. Seluruh komunitas internasional menganggapnya sebagai tragedi kemanusiaan," katanya.

Dalam sidang, beberapa negara sebenarnya sudah mengusulkan sejumlah solusi agar sidang Komite Politik AIPA tidak buntu dan Indonesia sudah terbuka terhadap perbaikan proposal yang telah kami ajukan.

Misalnya, delegasi Thailand telah mengusulkan agar resolusi kami diubah menjadi resolusi pembentukan “Working Group AIPA for Humanitarian Situation in Myanmar.

Halaman
1234
Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help