Eksklusif Wartakota

Hotman Paris Hutapea Peringatkan Pengusaha, Sebut Ini Akan Terjadi Jika Dolar Tembus Rp 20.000

Hotman Paris Hutapea mengaku sebagai pengacara pertama yang menangani kasus-kasus kepailitan ketika krismon 1998.

Hotman Paris Hutapea Peringatkan Pengusaha, Sebut Ini Akan Terjadi Jika Dolar Tembus Rp 20.000
instagram @hotmaparisofficial
Hotman Paris Hutapea 

Krisis ekonomi sebagai dampak melemahnya nilai tukar rupiah, kata Hotman Paris Hutapea, bisa berdampak terhadap nasib perusahaan di Indonesia.

Karena itu, Hotman Paris Hutapea kembali mengingatkan para debitur agar berhati-hati dan menyiapkan pengacara untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

"Para debitur harus sudah mulai siapkan tim pengacara. Harta suami istri bisa kena lho," ujar Hotman Paris Hutapea dalam sebuah video yang dia unggah di akun instagramnya sekitar lima jam lalu.

Pernyataan Hotman Paris disampaikan saat menghadiri sidang di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Baca: Rencana Jatuhnya Rupiah Era Soeharto untuk Menguatkan Rupiah Hari Ini Ternyata Gagal

Baca: Efektifkan Pelayanan, BPJS Kesehatan Jakarta Utara Ujicoba Rujukan Online

"Halo, saya sekarang di pengadilan niaga jakarta pusat. Saya jadi teringat peristiwa tahun 1998,  waktu pengadilan niga baru dibuka pertama kali saat dolar mendekati Rp 20.000," ujar Hotman Paris.

Dia mengaku sebagai pengacara pertama yang menangani kasus-kasus kepailitan ketika terjadi krisis ekonomi tahun 1998.

"Akulah yang pertama kali pegang perkara kepailatan. Perkara nomor 1, nomor 2, nomor 3, nomor 4," ujarnya.

Baca: Rupiah Terpuruk di era Jokowi, Hotman Paris Hutapea Sebut Pengusaha Asing Mulai Bentuk Tim Advokad

Hotman menambahkan, "Beberapa puluh tahun kemudian, 2018, terulang lagi. Masih tetap debitur dipailitkan, di-PKPUkan."

Saat ini, kata Hotman, dolar sudah mencapai Rp 15.000/dolar AS. "Mari kita berdoa agar tidak sampai Rp 20.000," ujar Hotman Paris Hutapea.

Jika kurs rupiah mencampai Rp 20.000/dolar AS, dia memperkirakan bakal banyak debitur yang dipailitkan.

Halaman
123
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved