Harga BBM Tidak Naik, tapi Stok Premium dan Pertalite Kosong

Isu kenaikan harga BBM imbas pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibantah pemerintah.

Harga BBM Tidak Naik, tapi Stok Premium dan Pertalite Kosong
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas SPBU Pertamina di Kawasan Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Jumat (24/7). 

ISU kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) imbas pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibantah pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia lewat akun twitternya @Kemensetneg pada Kamis (6/9/2018).

Baca: Ketua DPRD DKI Siap Jadi Saksi Nikah Ahok dan Bripda Puput

Dijelaskan, tidak adanya kenaikan harga BBM dikarenakan positifnya penerimaan negara dalam sektor minyak dan gas (migas).

"Pemerintah memastikan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat ini menyusul torehan angka positif dalam penerimaan negara di sub sektor minyak dan gas bumi pada semester pertama tahun 2018," tulis admin @Kemensetneg pada Kamis (6/9/2018). (https://t.co/SVU1DFPY3y)

Baca: Polwan Calon Istri Ahok, Pernah Dinas di Polda Metro Jaya

Walau harga BBM tidak naik, masyarakat justru mengeluhkan kosongnya stok BBM bersubsidi yakni premium dan pertalite saat ini, Kamis (6/9/2018).

Seperti Khansa Rumaysha lewat akun @KRumaysha yang mengaku sulit mencari premium pertalite.

"Ngga naik sih... Tapi di daerah ku BBM premium + pertalite mulai kosong," ungkap Khansa.

Serupa dengan Khansa, sejumlah SPBU di kawasan Kampung Makasar, Jakarta Timur kosong premium sejak sepekan terakhir.

Baca: Ahok Disebut Bakal Menikah dengan Polwan?

Ketika ditanyakan alasan, seorang petugas SPBU di Jalan Pinang Ranti menyebutkan adanya pembatasan stok premium pada masing-masing SPBU.

"Karena stok terbatas, terus jatahnya dikurangin," ungkap seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan identitasnya.

Sedangkan Ida Munfarida lewat akun @IdaMunfarida5 mengaku percaya jika BBM dan dolar tidak akan naik, karena BBM disebutkannya kerap digunakan sebagai ajang pencitraan pemerintah.

Baca: Ternyata Djarot yang Jadi Mak Comblangnya Ahok Sama Polwan Cantik

Namun hal yang harus dipertanyakan apakah BUMN boleh dijadikan alat pencitraan jelang Pilpres 2019 mendatang.

"Saya percaya, BBM gak bakal naik, bahkan dollar 20.000 pun mungkin juga tdk naik. Krn BBM jadi amunisi kampanye/pencitraan seolah pro rakyat. Tapi gmn dg selisih harga? pertamina yg nanggung? Apa BUMN boleh menanggung biaya pencitraan?? Atau dg subsidi n acc DPR? Mohon penjelasan," tanya Ida.

Sementara Yayan lewat akun @yayancinus menyindir pemerintahan Joko Widodo yang selalu menyembunyikan kenaikan harga BBM bersubsidi dari rakyat.

Sedangkan apabila BBM bersubsidi dinyatakan tidak naik, pemerintah justru menyebarluaskan kabar berita.

"Nyang bener ah. Kalau gak naik bilang, kalau naik gak bilang..," sindirnya.

Sementara, dikutip dari situs Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, setkab.go.id; Pemerintah memastikan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat. (http://setkab.go.id/penerimaan-migas-naik-pemerintah-belum-rencanakan-kenaikan-harga-bbm/)

Keputusan tersebut menyusul torehan angka positif dalam penerimaan negara di subsektor minyak dan gas bumi (migas) pada semester pertama tahun 2018.

“Pemerintah tidak merencanakan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat,” tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dalam perbincangan dengan media massa di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (4/9/2018) lalu.

Menurut Jonan, sampai dengan semester pertama tahun 2018 penerimaan Negara lebih baik dari periode yang sama di tahun 2017.

“Penerimaan negara di subsektor migas pada semester pertama 2018 lebih baik, bahkan lebih besar sekitar 1,89 miliar dolar AS dibanding semester pertama tahun lalu. Bahkan setelah dikurangi tambahan subsidi solar tahun ini, angkanya masih positif,” ungkap Jonan.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help