Harga BBM Tidak Naik, tapi Stok Premium dan Pertalite Kosong

Isu kenaikan harga BBM imbas pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibantah pemerintah.

Harga BBM Tidak Naik, tapi Stok Premium dan Pertalite Kosong
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas SPBU Pertamina di Kawasan Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Jumat (24/7). 

Sedangkan Ida Munfarida lewat akun @IdaMunfarida5 mengaku percaya jika BBM dan dolar tidak akan naik, karena BBM disebutkannya kerap digunakan sebagai ajang pencitraan pemerintah.

Baca: Ternyata Djarot yang Jadi Mak Comblangnya Ahok Sama Polwan Cantik

Namun hal yang harus dipertanyakan apakah BUMN boleh dijadikan alat pencitraan jelang Pilpres 2019 mendatang.

"Saya percaya, BBM gak bakal naik, bahkan dollar 20.000 pun mungkin juga tdk naik. Krn BBM jadi amunisi kampanye/pencitraan seolah pro rakyat. Tapi gmn dg selisih harga? pertamina yg nanggung? Apa BUMN boleh menanggung biaya pencitraan?? Atau dg subsidi n acc DPR? Mohon penjelasan," tanya Ida.

Sementara Yayan lewat akun @yayancinus menyindir pemerintahan Joko Widodo yang selalu menyembunyikan kenaikan harga BBM bersubsidi dari rakyat.

Sedangkan apabila BBM bersubsidi dinyatakan tidak naik, pemerintah justru menyebarluaskan kabar berita.

"Nyang bener ah. Kalau gak naik bilang, kalau naik gak bilang..," sindirnya.

Sementara, dikutip dari situs Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, setkab.go.id; Pemerintah memastikan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat. (http://setkab.go.id/penerimaan-migas-naik-pemerintah-belum-rencanakan-kenaikan-harga-bbm/)

Keputusan tersebut menyusul torehan angka positif dalam penerimaan negara di subsektor minyak dan gas bumi (migas) pada semester pertama tahun 2018.

“Pemerintah tidak merencanakan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat,” tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dalam perbincangan dengan media massa di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (4/9/2018) lalu.

Menurut Jonan, sampai dengan semester pertama tahun 2018 penerimaan Negara lebih baik dari periode yang sama di tahun 2017.

“Penerimaan negara di subsektor migas pada semester pertama 2018 lebih baik, bahkan lebih besar sekitar 1,89 miliar dolar AS dibanding semester pertama tahun lalu. Bahkan setelah dikurangi tambahan subsidi solar tahun ini, angkanya masih positif,” ungkap Jonan.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved