Aturan Iklan Terkait Produk SKM Dinilai Akibat Kalah Bersaing Seharusnya Tidak Diskriminatif

Jadi, jangan sampai BPOM mengakomodasi kepentingan beberapa produsen yang kalah bersaing.

Aturan Iklan Terkait Produk SKM Dinilai Akibat Kalah Bersaing Seharusnya Tidak Diskriminatif
istimewa
Kontroversi terkait dengan iklan Susu Kental Manis. 

ADANYA rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merevisi aturan label dan iklan produk pangan, khususnya susu kental manis (SKM), mendapat perhatian kalangan pengamat dan anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Handito Joewono, pengamat Marketing sekaligus Chief Executive Officer Arrbey Consulting Indonesia, sebuah perusahaan konsultan bisnis dan pemasaran, mengungkapkan, aturan terkait iklan produk seharusnya tidak memberikan pembatasan yang terlalu ketat.

Hal tersebut akan memengaruhi kreativitas perusahaan dalam menginformasikan keungulan produknya kepada konsumen sehingga pemasaran tidak bisa berjalan optimal.

"Kreativitas dalam beriklan seharusnya tidak dibatasi, karena setiap produk memiliki strategi pemasaran yang berbeda," ujar Handito di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Dalam mengeluarkan peraturan terkait pemasaran produk tertentu, BPOM semestinya memberikan keleluasan pada perusahaan dalam mengiklankan produknya.

Keleluasan dan kreativitas dalam beriklan akan menentukan keberhasilan pemasaran.

Dengan demikian, aturan yang ada bisa mendorong pertumbuhan bisnis di Tanah Air dan menggerakkan ekonomi nasional.

Khusus susu kental manis sendiri merupakan salah satu produk pokok dari berbagai macam produk turunan susu.

Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 dan Peraturan Kepala BPOM Kategori Pangan 01.3.

Produk susu kental manis sendiri sudah beredar di Indonesia sejak negara ini belum merdeka.

Halaman
123
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help