VIDEO: Syuting Sebelum Iblis Menjemput, Chelsea Merasa Disiksa 48 Jam

Chelsea menjelaskan, selama 48 jam ia menjalan syuting dengan adegan ekstreem, seperti mandi lumpur, dibanting, dan juga disiram dengan tanah.

- Usai menyelesaikan proses syuting film 'Sebelum Iblis Menjemput (SIM)', Aktris Chelsea Islan (23) sampai menangis setelah melakoni adegan terakhir.

Menangisnya Chelsea Islan pun menjadi viral di media sosial, karena diunggah oleh official akun Sebelum Iblis Menjemput beberapa waktu lalu.

Chelsea Islan pun angkat bicara mengenai videonya yang menangis. Ia mengaku, tangisannya itu dilakukan karena merasa lelah setelah melewati syuting selama 48 jam.

"Itu yang adegan di lumpur hari terakhir aku syuting SIM. Adegan itu berat banget, hari sebelumnya sampai hari besoknya. Itu aku 48 jam syuting, bisa dibilang menguras tenaga," kata Chelsea Islan.

Hal itu ia katakan ditemui disela-sela media gathering film Sebelum Iblis Menjemput, di Karvana Gudang Yoga, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (4/9/2018).

Chelsea menjelaskan, selama 48 jam ia menjalan syuting dengan adegan ekstreem, seperti mandi lumpur, dibanting, dan juga disiram dengan tanah.

Tidak hanya itu, malamnya ia harus menjalani adegan berlari ditengah hutan dari pukul 10 malam hingga subuh.

"Jadi ketika adegan terakhir itu, aku sedang meminta pertolongan. Jadi memang itu nangis menjiwai peran. Kita dituntut untuk totalitas," ucapnya.

Kendati demikian, Chelsea mengaku keterusan untuk menangis usai adegan tersebut selesai ia perankan. Tangisannya pecah karena ia merasa letih dan bekerja keras.

"Jadi yah menangis dari hati juga sih. Karena selama syuting sudha total banget. Menangis dan rasa sakit wajar, harus dibanting, nyelam di lumur, dilempar tanah. Itu real tidak ada stunt dan boddy doble. Itu konsekuensi sebagai pekerja seni. Harus totalitas," ujar Chelsea Islan. (Arie Puji Waluyo/ARI).

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved