Media Sosial

Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Bahaya KPK, Fahri Hamzah: Sesungguhnya Kita Sedang Bunuh Diri

Dalam surat tersebut, Fahri Hamzah mengaku kecewa dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi alat politik dan berpolitik.

Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Bahaya KPK, Fahri Hamzah: Sesungguhnya Kita Sedang Bunuh Diri
ISTIMEWA
Fahri Hamzah satu meja dengan Presiden Jokowi, saat buka puasa bersama di rumah dinas Ketua DPR Bambang Soesatyo, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Senin, (28/5/2018). 

JARAK antara DPR dan Presiden Joko Widodo ternyata sangat jauh. Sebab, untuk menyuarakan pendapat, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah harus mengirimkan surat terbuka lewat media sosial.

Surat terbuka tersebut diunggahnya secara berurutan lewat status twitternya @fahrihamzah pada Selasa (4/9/2018) malam. Ketika dirinya tengah menuju Lombok dari Jakarta, selepas kepulangannya dari Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.

Dalam surat tersebut, Fahri Hamzah mengaku kecewa dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi alat politik dan berpolitik. Hal tersebut berujung pada konflik terbuka antar-institusi, ketidakpercayaan antar-penegak hukum, seperti penyerangan Novel Baswedan.

Baca: Prabowo Lupa Megawati Presiden Indonesia Keberapa

Ketidakpastian hukum yang dialami Indonesia saat ini, katanya, mirip seperti yang dialami Korea Selatan. Ekonomi terus menurun hingga akhirnya pemerintah Korea Selatan membubarkan Korean Independent Commision Against Corruption (KICAC), lembaga pemberantasan korupsi mirip KPK.

Karena itu, dirinya minta agar KPK dibubarkan demi kepastian hukum. Kepastian hukum yang menurutnya dapat mengembalikan kepercayaan para investor menanamkan modal ke Indonesia, dan mengembalikan kestabilan ekonomi.

Berikut ini Surat Terbuka Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kepada Joko Widodo:

Saya ingin menulis surat terbuka kepada presiden @jokowi yang masih memimpin republik ini....ini tentang tuduhan korupsi dan nilai tukar kita yang semakin letih...ia seperti nampak tak terkait padahal hukum adalah penunjuk arah ekonomi...#KursKepastian

Pak presiden @jokowi yth,
Sekitar 2 atau 3 bukan setelah bapak dilantik, akhir 2014, kita bertemu untuk rapat konsultasi....entah apa yang membuat saya begitu bersemangat pada pertemuan pertama saya membawa buku tulisan saya tentang “Demokrasi, Transisi dan korupsi..”.

Saya juga membawa dokumen hasil kajian BPK tentang tentang “Audit Kinerja KPK”. Saya serahkan buku itu langsung ke tangan bapak. Saya katakan, “pak, penting bapak mulai dengan hukum yang pasti”. Buddy Bag itu saya serahkan disaksikan wakil presiden dan menteri sekretaris negara.

Waktu itu, bapak mengucapkan terima kasih. Dan saya berharap bapak akan menyuruh staf bapak mempelajari. Sebuah temuan dan sebuah pendekatan dalam pemberantasan korupsi agar hukum itu pasti dan agar semua tak menjadi alat untuk menghibur diri. Hiburan semata seperti hari ini.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved