Tak Penuhi Panggilan Polisi, Tersangka Korupsi Jalan Nangka Depok Justru Pergi ke Cirebon

Nur Mahmudi dijadwalkan diperiksa penyidik Kamis (6/9/2018) besok, sementara Harry Prihanto Rabu (5/9/2018) hari ini.

Tak Penuhi Panggilan Polisi, Tersangka Korupsi Jalan Nangka Depok Justru Pergi ke Cirebon
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kuasa hukum Sekda Depok Harry Prihanto, Ihsan Rangkuti. 

TERSANGKA kasus korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, yakni mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Harry Prihanto, meminta pemeriksaan atas dirinya yang dijadwalkan penyidik Polresta Depok, Rabu (5/9/2018) hari ini, ditunda sampai pekan depan.

Hal itu disampaikan Harry melalui kuasa hukumnya, Ihsan Rangkuti yang mendatangi Mapolresta Depok, Rabu siang.

Karenanya dipastikan Harry tidak memenuhi panggilan Polresta Depok untuk menjalani pemeriksaan kembali dalam kasus Jalan Nangka, Tapos, Rabu hari ini.

"Alasannya Pak Harry Rabu ini ke Cirebon karena ada urusan yang urgenti dan penting dsn tidak bisa diwakilkan. Karenanya ia meminta pemeriksaan ditunda," kata Ihsan.

Kuasa hukum Sekda Depok Harry Prihanto, Ihsan Rangkuti.
Kuasa hukum Sekda Depok Harry Prihanto, Ihsan Rangkuti. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Menurut Ihsan, kliennya meminta diperiksa penyidik pada Rabu 12 September mendatang. "Semoga permintaan ini dikabulkan penyidik. Pak Harry pasti datang Rabu depan. Sebab kan dia yang minta ditunda sampai Rabu depan," kata Ihsan.

Ihsan mengatakan dirinya baru ditunjuk menjadi kuasa hukum Harry Prihanto Selasa (4/9/2018). Karenanya ia belum tahu banyak dan detail mengenai kasus Jalan Nangka yang menjerat kliennya.

"Hanya saja Pak Harry menyampaikan bahwa pelaksanaan penganggaran proyek di tahun 2015 itu, sudah clear dan tak ada masalah. Hanya saja, ia tak tahu kenapa penyidik polisi berpendapat lain, yang akhirnya menetapkan Harry sebagai salah satu tersangka," katanya.

ihsan mengatakan dalam kasus Jalan Nangka ini ada proses penganggaran dan pelaksanaan. "Penganggaran menurut Pak Harry clear dan tak ada masalah. Sementara pelaksanaan kan belum jalan," katanya.

ia mengatakan dari sedikit informasi dan data awal yang dimilikinya, penyiidik menduga ada double anggaran dalam pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka.

Lahan warga di sana menurut penyidik dibebaskan pengembang yang akan membangu apartemen di depan Jalan Nangka. Lahan akan dipakai untuk pelebaran Jalan Nangka di depan apartemen yang akan dibangun.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help