Rupiah Anjlok, PHK dan Inflasi Tinggi Mengintai, Ini Solusi dari ILSA

Terapkan gaya hidup sederhana dan ekonomis serta tetap menabung. Sebab, kemungkinan banyak yang terkena PHK dan inflasi tinggi.

Rupiah Anjlok, PHK dan Inflasi Tinggi Mengintai, Ini Solusi dari ILSA
Istimewa
AMIN Ahmad Balbaid, Wakil Sekretaris Jenderal Indonesian Labour Suppliers Association (ILSA). 

PEMERINTAH diminta bergerak cepat mengantisipasi terus melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar. Hal ini perlu dilakukan agar tidak berdampak pada kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Amin Ahmad Balbaid, Wakil Sekretaris Jendral Indonesian Labour Suppliers Association (ILSA), mengatakan, pada Selasa (4/9/2018), saat dolar Amerika Serikat sudah tembus angka psikologis Rp 15.000 per dolar AS, beberapa kantor sekuritas sudah membriefing para ekonomnya.

Intinya, kata Ahmad, mereka harus menjaga kondisi ekonomi perusahaan dan pribadi karena pengaruh Turki yg inflasinya sampai 20 persen, di samping perang dagang AS vs China.

"Sekarang sudah mulai terkena dampaknya di Eropa, yang diprediksi nanti imbasnya akan sampai ke Indonesia," tutur Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/9/2018)

Menurutnya, ada beberap hal yang perlu segera dilakukan pemerintah agar tidak terkena dampak terlalu dalam pada ekonomi nasional, yakni meminimalkan semua pengeluaran yang sifatnya konsumtif (cicilan elektronik, mobil, nyicil makan di restoran, dll)

Kemudian karena saham lagi pada jeblok, jangan transaksi saham dulu. Hindari sementara bermain saham.

"Lebih baik simpan dalam bentuk emas dan lainya dibanding cash," kata Ahmad.

Lalu, usahakan punya cash untuk operasional minimal 6 bulan ke depan.

Sebab, Ada kemungkinan inflasi dan ekonomi thn 2008 terulang kembali. Kecuali yang gajinya dolar AS malah bagus krn Dolar AS vs Rupiah makin tinggi.

Kemudian, lanjut Ahmad, kalau mau mulai investasi, usaha baru atau proyek fisik, lebih baik tahan diri dulu minimal 6 bulan ke depan. Tetangga kita seperti Malaysia, Thailand, Vietnam sudah mulai suffer kena imbas akibat Turki dan Eropa.

"Pertamina dan PLN saja sekarang diminta hold/freeze proyek-proyek sampai 6 bulan mendatang," ujar Ahmad.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sederhana dan ekonomis dan tetap menabung. Karena Kemungkinan banyak yg terkena PHK dan inflasi tinggi akibat Turki dan perang dagang USD vs China.

"Ini pesan saya untuk semua warga Indonesia yang kerja maupun yg masih mencari kerja. Semoga pemerintah bisa segera mengatasi kondisi krisi ekonomi ini. Dan masyarakat juga bisa membantu dengan gaya hidup yang lebih hemat," tegas Ahmad. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help