Pengusaha Tempe Berharap Jangan Sampai Harga BBM Naik

Abdul seorang pengusaha tempe menuturkan BBM merupakan kebutuhan vital setiap lapisan masyarakat, terutama bagi distributor dan produsen.

Pengusaha Tempe Berharap Jangan Sampai Harga BBM Naik
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pengusaha tempe Abdul di pabrik tempe miliknya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (5/9). 

NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu (5/9), mencapai Rp 15.029 per dolar AS.

Semakin melemahnya nilai tukar rupiah dikhawatirkan oleh pengusaha tempe berpotensi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Abdul seorang pengusaha tempe menuturkan BBM merupakan kebutuhan vital setiap lapisan masyarakat, terutama bagi distributor dan produsen.

Oleh sebab itu, kenaikkan BBM secara otomatis juga akan menaikkan harga kebutuhan pokok lainnya.

"Kalau dolar naik tapi BBM stabil, saya rasa harga kebutuhan pokok naiknya enggak begitu signifikan. Tapi kalau harga BBM naik, itu sudah mempengaruhi sampai ke harga-harga yang lain. Karena BBM itu bagi distributor dan produsen sangat vital," kata Abdul di pabrik tempe miliknya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (5/9).

Abdul yang sudah 21 tahun memroduksi tempe mengatakan saat ini harga bahan baku kedelai belum mengalami kenaikkan yang signifikan.

Kedelai kualitas terbaik hanya mengalami kenaikan Rp 200 per kilogram. Dari Rp 7.700 menjadi Rp 7.900.

Bahan baku itu diimpor dari negara Amerika Latin seperti Brazil dan Argentina.

"Dolar kan naiknya sedikit-sedikit ya. Jadi ya kedelai juga naiknya enggak begitu parah," ujarnya.

Kenaikan yang sangat parah pada kedelai dialaminya sekitar tahun 2010 dimana per kilogramnya saat itu mencapai Rp 9.500.

"Pernah naik sampai Rp 9.500 per kilo pas 2010 kalau enggak salah. Kalau sudah seperti itu, biasanya disubsidi Kementerian Perdagangan dan Pemda masing-masing. Waktu itu karena dolar naik dan bahan bakunya juga langka," tutur Abdul.

Saat itu, ia bersama pengusaha tempe dan tahu melakukan mogok selama 3 hari.

Oleh sebab itu, pemerintah memberikan subsidi bagi para produsen

"Misanya kami hanya kuat bayar Rp 8.000 per kilo, sisanya Rp 1.500 dibayar sama pemerintah," ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia berharap agar kenaikkan dollar jangan sampai berdampak menaikkan harga BBM agar harga tempe dipasaran tidam mengalami kenaikkan yang cukup parah. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help