Pengamat: Pelican Crossing Tidak Tepat untuk Jalan yang Padat Kendaraan

Pengamat kebijakan publik menilai pelican crossing tidak tepat di jalan yang padat kendaraan seperi Jalan MH Thamrin.

Pengamat: Pelican Crossing Tidak Tepat untuk Jalan yang Padat Kendaraan
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Warga kesulitan menyeberang jalan yang padat meski ada pelican crossing di dekat Bundaran HI. 

PENGAMAT kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang menggantikan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dengan Pelican Crossing tidaklah tepat.

Menurutnya JPO sudah sangat tepat bagi kota yang ramah lingkungan dan solusi masyarakat menyeberang dengan aman.

"Keberadaan JPO itu bagian dari kota ramah lingkungan itu sendiri dan sudah ada sejak jaman Gubernur Foke sampai pak Ahok," ujar Trubus saat dikonfirmasi, Rabu (5/9/2018).

Pelican tidak cocok digunakan untuk jalan utama yang padat dengan kendaraan seperti di Ibu Kota.

"Pelican Crossing itu hanya untuk jalan yang sifatnya bukan protokol, yang secara kriteria kepadatan relatif kecil," ucap Trubus.

Bahkan JPO memiliki tingkat keamanan sangat tinggi untuk masyarakat yang ingin menyebrang jalan.

"Justru menggunakan JPO tingkat keamanannya lebih tinggi itu sudah dilakukan penelitian itu," katanya.

Diketahui beberapa jalan utama seperti di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Jalan Thamrin (Bank Indonesia) telah dipasang pelican crossing.

Anies mengatakan pelican crossing lebih ramah untuk penyandang disabilitas, ibu hamil dan orang lanjut usia.

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved