Rupiah Anjlok

Pedagang Kecewa Pemerintah Bilang Aman Saat Omset Pedagang Turun Imbas Rupiah Melemah

Sangat disayangkan bahwa pemerintah menyebut jika melemahnya rupiah tidak memengaruhi ekonomi Indonesia.

Pedagang Kecewa Pemerintah Bilang Aman Saat Omset Pedagang Turun Imbas Rupiah Melemah
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah barang elektonik yang dijual di Kramat Jati ketika nilai rupiah melemah. 

KASUS melemahnya rupiah yang saat ini masuk angka Rp 14.981,50 nampaknya mempengaruhi sejumlah penjualan barang elektronik disejumlah pasar.

Bahkan, dampak dari melemahnya rupiah tersebut sudah dirasakan hampir tiga bulan yang lalu, sehingga banyak di antara pedagang terpaksa harus menaikan harga barang elektronik.

Dikatakan Ilham (40) salah seorang pedagang barang elektronik di Kramat Jati, melemahnya rupiah membuat omset pendapatan para pedagang menurun. Bahkan penurunan sudah ia rasakan hampir tiga bulan ini.

"Pengaruh banget harga dollar naik, berdampaknya apa daya beli masyarakat jadi turun, dan kita pun juga terpaksa harus naikan harga jual, karena memang dari kulakan sendiri sudah mengalami kenaikan," kata Ilham, Rabu (5/9/2018).

Dikatakan Ilham bahwa melemahnya rupiah tentu sangat mengkhawatirkan bagi para penjual barang elektronik.

Namun, dirinya sangat menyayangkan bahwa pemerintah menyebut jika melemahnya rupiah tidak memengaruhi ekonomi Indonesia.

"Tadi, saya baca-baca di berita pemerintah bilang rupiah lebih belum mempengaruhi, mungkin mereka tidak merasakan tapi kami sebagai pedagang sudah merasakan dampaknya, jadi jangan bilang aman, tapi omset kita juga turun," katanya.

Penurunan omset yang didapat dikatakan Ilham lantaran daya minta beli masyarakat menurun, karena melemahnya rupiah. Biasanya jika ia mendapatkan omset dalam satu hari ratusan juta, kini hampir setengahnya tidak ia dapat.

"Turun sudah pasti omset, siapa yang mau beli kalo barang elektronik semua mahal, pastikan mereka nunggu dollar pada turun dulu," katanya.

Selain itu, hal serupa juga dikatakan oleh Andri (44) salah satu pedagang elektronik. Ia mengungkapkan melemahnya rupiah berdampak pada harga elektronik. Bahkan saat inu kenaikan setiap barang elektronik yang ia jual berkisar Rp. 100 ribu hingga Rp. 200 ribu.

"AC sih lumayan naiknya dibandikan biasanya, kalo biasanya dibawah Rp. 3 juta sekarang lebih dari Rp. 3 juta. Kalo TV juga sama ada kenaikan, tapi ngak terlalu besar," katanya.

Namum, walau beberapa barang elektronik naik, ia mengaku masih ada beberapa stok barang baru, sehingga hal itu dapat diminimalisir bagi konsumen yang mencari barang baru.

"Kalo barang baru kita masih ada banyak, cuma sebagian itu kalo barang baru udah ngak ada, terus kita kulakan pasti barang habis itu yang akan membuat kita pusing juga," ucapnya.

Dirinya berharap pemerintah segera mengatasi permasalah melemahnya rupiah ini, sehingga para pedagang tidak merasa khawatir akan omset yang mereka dapat selama ini.

Sejumlah barang elektonik yang dijual di Kramat Jati ketika nilai rupiah melemah.
Sejumlah barang elektonik yang dijual di Kramat Jati ketika nilai rupiah melemah. (Warta Kota/Joko Supriyanto)
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved