Merasa Tak Terima Uang Suap, Hakim Merry Purba Minta KPK Selidiki CCTV di Ruang Kerjanya

Merry Purba meminta penyidik KPK memeriksa CCTV di ruangannya sejak Sabtu (25/8/2018) sampai dia ditangkap tangan.

Merasa Tak Terima Uang Suap, Hakim Merry Purba Minta KPK Selidiki CCTV di Ruang Kerjanya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Hakim Adhoc Tipikor Pengadilan Negeri Medan Merry Purba menggunakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/8/2018). KPK menahan empat tersangka, yakni Hakim Adhoc Tipikor PN Medan Merry Purba, Panitera Pengganti Helpandi, serta Tamin Sukardi, dan Hadi Setiawan dari pihak swasta, atas kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait putusan perkara di PN Medan. 

MERRY Purba, hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, memiliki permintaan khusus kepada KPK.

Tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara vonis korupsi lahan eks Hak Guna usaha (HGU) PTPN 2 dengan terdakwa Tamin Sukardi‎ ini, meminta penyidik KPK menyelidiki Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di ruangannya.

Bukan tanpa alasan, ini karena Merry Purba dengan tegas menyatakan tidak tahu-menahu soal asal-muasal uang yang ada di meja kerjanya, yang kemudia disita KPK.

Baca: Rupiah Melemah, Darmin Nasution: Jangan Dibandingkan dengan 20 Tahun Lalu

‎"Kalaupun ada keberadaan uang di meja saya, kata mereka ya, saya tidak tahu. Meja saya itu selalu‎ terbuka, dan tidak pernah tertutup, dan saya tidak pernah menerima apa pun," ungkap Merry Purba di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/9/2018).

Merry Purba meminta penyidik KPK memeriksa CCTV di ruangannya sejak Sabtu (25/8/2018) sampai dia ditangkap tangan. Menurut Merry Purba, ini dilakukan agar dia mengetahui secara terang siapa yang menaruh uang di mejanya‎.

"Kalau memang mau jujur, saya mohon kepada penyidik KPK dengan segala kerendahan hati saya, tolong selidiki CCTV siapa‎ yang masuk ke ruangan saya, mulai dari tanggal yang disebutkan itu tanggal 25. Karena yang dipertanyakan ke saya kan tanggal 25, sementara tanggal 25 saya tengah kebaktian," papar Merry Purba.

Baca: Punya Anak, Mytha Lestari Selalu Ingin Cepat Pulang

Sebelumnya, diduga ada penyerahan uang yang terjadi di ruangan Merry Purba pada 25 Agustus 2018. Uang itu bagian dari pemulusan perkara tipikor kasus Tamin Sukardi. Uang disimpan seseorang di meja Merry Purba.

"Apakah keberadaan uang di laci saya menjadikan saya tersangka? Saya tanya sekarang," tegas Merry Purba.

Selain meminta memeriksa CCTV, Merry Purba juga mem‎ohon agar penyidik KPK menelisik sidik jari yang ada di uang tersebut. Merry Purba ingin tahu siapa sosok yang menaruh uang di meja kerjanya.

"Mohon supaya diambil sidik jari siapa yang menerima uang itu, dan siapa yang menempatkan uang itu di meja saya. Tolong berkata jujur," paparnya. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved