Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Sebut KPU Terlalu Genit Larang Mantan Koruptor Jadi Caleg

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) dinilai terlalu genit terkait pelarangan eks napi korupsi menjadi calon legislatif.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Sebut KPU Terlalu Genit Larang Mantan Koruptor Jadi Caleg
Tribunnews.com
Mantam Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) dinilai terlalu genit terkait pelarangan eks napi korupsi menjadi calon legislatif.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva, yang seperti itu terhadap KPU dalam menyikapi Peraturan KPU (PKPU) soal pelarangan eks napi korupsi menjadi calon legislatif.

Hamdan Zoelva mengungkapkan hal itu dalam diskusi publik yang berjudul 'Pertentangan Sikap Bawaslu dan KPU Pasca Putusan Bawaslu yang Meloloskan Eks Napi Korupsi Menjadi Caleg' di Hotel Grand Alia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/9/2018).

Diskusi tersebut juga menghadirkan narasumber, Pakar Hukum Chairul Huda, Pengamat Politik Mulyadi dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik. Acara dihadiri ratusan aktivis dan praktisi hukum. 

"Putusan Bawaslu yang membolehkan mantan koruptor menjadi caleg berdasarkan hukum dan wajib dilaksanakan KPU. Tapi selama ini sikap KPU terlalu genit dan tidak mengindahkan amanat tersebut, sehingga menghalangi hak orang untuk nyaleg," kata Hamdan Zoelva.

Pakar Hukim Chairul Huda juga melontarkan hal sama.

Dia mengecam tindakan KPU yang seolah-olah mencabut hak politik seseorang. 

"Padahal putusan pengadilan korupsi tidak selalu disertai mencabut hak politik terpidana. Kalau hal ini berlaku demikian, berarti sama saja antara terpidana korupsi yang dicabut atau tidak hak politiknya, sama-sama tak bisa nyaleg," kata Chairul sambil menambahkan KPU bisa dijerat tindak pidana pemilu. 

Sikap KPU yang ngotot tidak melaksanakan perintah Bawaslu merugikan Mohamad Taufik yang pernah menjadi napi korupsi saat menjabat sebagai ketua KPU DKI Jakarta. 

KPU Terjang UU

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved