Rupiah Anjlok

Kurs Rupiah Tembus Rp15.000 per Dolar AS, IHSG BEI Ikut Anjlok

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, kembali mengalami tekanan dengan ditutup turun sebesar 3,75 persen

Kurs Rupiah Tembus Rp15.000 per Dolar AS, IHSG BEI Ikut Anjlok
Warta Kota/Henry Lopulalan
Layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9). IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50. 

INDEKS harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/9), kembali mengalami tekanan dengan ditutup turun sebesar 3,75 persen masih dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap perang dagang.

IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 41,1 poin atau 4,41 persen menjadi 890,54.

Layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9). IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50.
Layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9). IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Analis Bahana Sekuritas, Muhammad Wafi di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa isu perang dagang kembali membebani pergerakan bursa saham global termasuk IHSG.

"Investor cukup 'concern' dengan isu perang dagang. Baik investor lokal maupun asing khawatir perang dagang dapat meluas, tidak hanya dengan Tiongkok," ujarnya.

Layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9). IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50.
Layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9). IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Ia mengatakan isu perang dagang global juga berdampak pada pergerakan nilai tukar rupiah sehingga menambah sentimen negatif di pasar saham.

"Namun, kalau mengenai fundamental ekonomi kita, kita masih bagus. Jadi pergerakan negatif indeks hanya kekhawatiran saja dan masih terbuka untuk 'rebound'," katanya.

Layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9). IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50.
Layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9). IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan investor asing yang melanjutkan aksi lepas saham kembali membebani pergerakan IHSG.

Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan jual bersih atau "foreign net sell" sebesar Rp877,36 miliar pada Rabu (5/9) ini.

Layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9). IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50.
Layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9). IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

"Derasnya penjualan asing didorong appetite investor yang bersikap konservatif pada negara berkembang, setelah Argentina jatuh krisis," katanya.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada hari ini (5/9) sebanyak 430.313 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,63 miliar lembar saham senilai Rp8,74 triliun.

Layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9). IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50.
Layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (5/9). IHSG ditutup melemah 221,8 poin atau 3,75 persen menjadi 5.683,50. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Sebanyak 32 saham naik, 411 saham menurun, dan 52 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei turun 116,07 poin (0,51 persen) ke 22.580,83, indeks Hang Seng melemah 729,49 poin (2,61 persen) ke 27.243,85, dan indeks Strait Times melemah 54,23 poin (1,69 persen) ke posisi 3.156,28. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved