Karyawan Money Changer Heran, Dolar Mahal Kok Masyarakat Berbondong-Bondong Beli

Karyawan money changer heran dengan perilaku warga yang kini berbondong-bondong membeli dolar saat kurs rupiah anjlok.

Karyawan Money Changer Heran, Dolar Mahal Kok Masyarakat Berbondong-Bondong Beli
Warta Kota/Hamdi Putra
Warga masyarakat menyerbu money changer untuk membeli dolar AS disaat nilai tukar rupiah terus merosot hingga Rp 15.000 per dolar AS. 

Wanita asal Pluit Jakarta Utara itu telah mengunjungi sejumlah perusahaan jasa penukaran uang yang ada di Jakarta dan menjumpai kondisi yang sama.

"Dimana-mana sama, penuh," tutur Lolly.

Ia menyesalkan karyawan VIP Money Changer tidak berinisiatif untuk menyediakan kursi tambahan bagi pengunjung.

"Dalam situasi kayak gini, seharunya ada inisiatiflah mas, masa orang dibiarin berdiri berjam-jam. Liat aja tuh yang duduk di pojok sampai ketiduran. Itu kan karena kelamaan nunggu," ucapnya.

Berbeda dengan money changer lainnya, rata-rata pengunjung VIP adalah masyarakat dan perusahaan swasta yang hendak membeli Dollar Amerika Serikat.

Peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan telah terjadi sejak Rupiah menembus angka Rp 14.000 per USD.

Hal itu diungkapkan oleh seorang karyawan VIP Money Changer yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Ia merasa heran dengan masyarakat Indonesia yang berbondong-bondong membeli Dollar saat harganya sedang tinggi.

"Di sini memang banyak yang beli. Rata-rata mereka yang mau ke luar negeri. Coba aja mas cari yang jual, susah," kata karyawan VIP Money Changer sambil tersenyum.

Keterangan karyawan tersebut sesuai dengan apa yang dituturkan oleh Afifah dan Syahril. Keduanya telah berlangganan di VIP Money Changer selama bertahun-tahun.

"Mau beli, bos saya mau ke luar negeri. Saya emang udah langganan di sini. Ada kali sampai 20 tahun ya," kata Afifah.

"Mungkin juga buat tabungan mungkin juga buat bekal di luar negeri. Jadi nggak nukar-nukar Rupiah lagi di luar negeri. Jadi udah bawa Dollarnya dari sini," ujar Syahril.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved