Kalangan Pengrajin Tempe Belum Berpikir untuk Menaikkan Harga

Harga kedelai sudah menembus angka Rp 8.400 per kilogram. Namun, mereka belum ada keinginan untuk menaikkan harga.

Kalangan Pengrajin Tempe Belum Berpikir untuk Menaikkan Harga
Warta Kota
Pengusaha tempe tercekik melambungnya harga kedelai. 

HARGA bahan baku tempe, kedelai merangkak naik seiring melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

Namun, hal itu tidak serta merta membuat para pengrajin tempe menaikkan harga.

Seorang pengrajin tempe, Taufik (38) mengatakan, harga kedelai yang dibelinya sekarang ini sudah menembus angka Rp 8.400 per kilogram. Namun, sejauh ini, dirinya belum ada keinginan untuk menaikkan harga.

“Nggak ada kenaikan, kualitas tetap utuh. Tapi memang keinginan nyiasatin kayak ngurangin atau ngecilin ada, cuma resikonya gede, takut lari pelanggannya,” kata Taufik, Rabu (5/9/2018).

Taufik mencontohkan, dirinya menjual tempe dengan ukuran sekitar 1,6 kilogram seharga Rp 12.000.

Jumlah tersebut masih sama seperti dulu ketika harga kedelai belum seperti sekarang.

Namun demikian Taufik merasa kondisi sekarang berbeda ketika beberapa waktu lalu kejadi serupa terjadi yang menyebabkan keberadaan tempe menjadi langka. Ketika itu harga kedelai menyentuh angka Rp 9.000 per kilogram.

“Sama-sama naik cuma nggak kayak dulu. Kalau dulu kan tiba-tiba aja naik, lah ini pelan-pelan. Jadi warga juga nggak ngeh,” ungkapnya.

Pengakuan senada juga disampaikan pengrajin tempe lainnya, Abdul Aziz (30) yang mengaku belum kepikiran menaikkan harga jual.

Menurutnya, ia harus memikirkan nasib para pelanggannya.

“Belum ada rencana, belum berubah. Harga jual masih Rp 5.000 untuk ukuran kurang dari setengah kilo. Kita kan nggak bisa gitu aja naikin harga,” ungkap Abdul.

Namun demikian dirinya mengaku tidak menutup kemungkinan bakal menaikkan harga jual tempe jika harga kedelai terus menerus meningkat. Hal tersebut jalan terakhir supaya tidak menderita kerugian.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved