Kabar Kota Bekasi Defisit Anggaran Rp 900 Miliar, Bapenda Kota Bekasi Beri Tanggapan

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi angkat bicara soal adanya kabar Kota Bekasi mengalami defisit anggaran hingga Rp 900 miliar.

Kabar Kota Bekasi Defisit Anggaran Rp 900 Miliar, Bapenda Kota Bekasi Beri Tanggapan
humasbekasikota.com
BALAI Kota Bekasi 

WARTA KOTA, BEKASI---Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi angkat bicara soal adanya kabar Kota Bekasi mengalami defisit anggaran hingga Rp 900 miliar.

Badan uang mengurusi sektor pendapatan di daerah ini menyebut, target pendapatan daerah hingga akhir tahun 2018 akan tercapai.

"Saya optimistis dapat memenuhi target pendapatan daerah dengan melihat potensi pendapatan daerah yang ada saat ini" kata Kepala Bapenda Kota Bekasi, Aan Suhanda, berdasarkan siaran pers yang diterima Warta Kota pada Selasa (4/9/2018).

Baca: Sungai Cileungsi-Cikeas Tercemar, Curug Parigi Kota Bekasi Ikut Kena Dampak

Aan mengatakan, masih ada sisa waktu empat bulan untuk meraih potensi PAD.

Oleh karena itu, Aan Suhanda menilai masih terlalu prematur bila kondisi keuangan Kota Bekasi disebut defisit anggaran.

"Pengertian defisit menurut Direktorat Jenderal Pembangunan Keuangan Kementerian Keuangan RI, merupakan selisih kurang antara pendapatan daerah dan belanja daerah pada tahun anggaran yang sama. Defisit terjadi bila jumlah pendapatan lebih kecil dari pada jumlah belanja pada akhir tahun anggaran (31 Desember)," kata Aan Suhanda.

Baca: Toto Muhamad Toha Gantikan Ruddy Gandakusumah Sebagai Penjabat Wali Kota Bekasi

Menurut Aan Suhanda, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan pendapatan daerah pada 2018 mencapai Rp 5.386.109.580.209.

Rinciannya, dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 2.431.127.344.183, bagian dana perimbangan keuangan sebesar Rp 1.678.443.847.626, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 1.276.538.388.400.

Baca: Penjabat Wali Kota Bekasi Dicopot, Sekretaris Daerah Kota Bekasi Kosong

Sedangkan untuk penerimaan pendapatan daerah tahun 2018 sampai tanggal 29 Agustus 2018 sebesar Rp 3.099.349.078.610,93 atau 57,54 persen terdiri dari PAD sebesar Rp 1.235.365.869.146,93 atau 50,81 persen, bagian dana perimbangan keuangan sebesar Rp 1.141.325.236.674 atau 68 persen, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 722.657.972.790 atau 56,61 persen.

Adapun sisa target pendapatan daerah yang harus dicapai sampai dengan akhir Desember 2018 sebesar Rp. 2.286.760.501.599,07.

Upaya-upaya dalam memenuhi pencapaian target pendapatan daerah hingga akhir tahun 2018 ini salah satunya melakukan verifikasi dan penagihan piutang pajak daerah bersama Inspektorat Kota Bekasi seperti PBB, pajak hotel, pajak restoraan, pajak reklame, pajak parkir, pajak air tanah dan pajak hiburan," kata Aan.

Aan Suhanda mengatakan, Bapenda Kota Bekasi juga masih berupaya untuk mencapai target pendapatan daerah, dengan melihat potensi pendapatan daerah yang ada.

Maka dari itu, Bapenda optimis dapat memenuhi target Pendapatan Daerah tahun ini.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help