KPK Tambah Masa Penahanan Wali Kota Blitar yang Diduga Terima Suap

Selain Samanhudi, KPK juga memperpanjang penahanan terhadap tersangka dari pihak swasta, Bambang Purnomo.

KPK Tambah Masa Penahanan Wali Kota Blitar yang Diduga Terima Suap
Kompas.com
Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar (kanan) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Sabtu (9/6/2018) lalu. KPK resmi menahan Wali Kota Blitar di Rutan Polres Jakarta Pusat seusai menyerahkan diri terkait kasus dugaan suap sebesar Rp 1,5 miliar atas proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama senilai Rp 23 miliar. 

PIHAK Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka Wali Kota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar terkait dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di Tulungagung dan Blitar, Jawa Timur.

Selain Samanhudi, KPK juga memperpanjang penahanan terhadap tersangka dari pihak swasta, Bambang Purnomo.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan, perpanjangan penahanan keduanya berlangsung selama 30 hari.

"Hari ini, dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari dimulai tanggal 5 September 2018 sampai 4 Oktober 2018 untuk 2 tersangka," kata Febri dalam keterangan tertulis, Selasa (4/9/2018).

Dalam kasus ini, KPK menduga Samanhudi menerima pemberian dari seorang kontraktor bernama Susilo Prabowo melalui pihak swasta bernama Bambang Purnomo sekitar Rp 1,5 miliar.

Uang tersebut diduga terkait ijon proyek-proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar.

Video Pilihan Dalam kasus ini, Susilo juga diduga memberikan hadiah atau janji sebesar Rp 1 miliar kepada tersangka Bupati Tulungagung Syahri Mulyo melalui pihak swasta Agung Prayitno. (Dylan Aprialdo Rachman)

Tautan asal

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved