Home »

News

» Jakarta

PKL Bertenda Jatibaru Tanah Abang Tak Ber-KTP DKI Tidak Bisa Tempati Skybridge

PKL bertenda yang berjualan di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang bukan ber-KTP DKI Jakarta tidak bisa menempati skybridge.

PKL Bertenda Jatibaru Tanah Abang Tak Ber-KTP DKI Tidak Bisa Tempati Skybridge
Warta Kota/Muhammad Azzam
PKL bertenda di Jalan Jatibaru Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

PEDAGANG Kaki Lima (PKL) bertenda yang berjualan di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang bukan ber-KTP DKI Jakarta tidak bisa menempati skybridge.

"Tidak bisa, keputusa0nnya kan pedagang yang bukan KTP DKI tidak bisa kami tempatkan di Skybridge Tanah Abang," ujar Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta, Irwandi, saat dihubungi Wartakota, pada Selasa (4/9/2018).

Irwandi mengatakan skybridge dapat menampung sebanyak 400 pedagang. Pedagang yang berjualan akan didata ulang dan dilakukan pengundian untuk penempatan skybridge.

"Total pedagang dijalan yang pakai tenda itu ada 372, ditambah pedagang yang bercecer belum tertampung ada 125. Nah dari total itu akan kita undi 400 pedagang saja yang boleh menempati skybridge," jelasnya.

Sementara kabar tersebut membuat sejumlah pedagang yang tidak ber-KTP DKI Jakarta khawatir dan berharap agar tetap bisa berjualan meski bukan KTP DKI.

"Ya itu yang saya was-was, soalnya saya KTP Padang. Saya si mau agar bisa tertampung juga di skybridge," ujar Zaenab (50) saat berbincang dengan Wartakota.

Zaenab yang telah berjualan belasan tahun mengaku belum menganti KTP Padangnya dikarenakan awalnya menumpang berjualan dan tinggal dengan kerabatnya.

"Saya sudah 10 tahun, awalnya ikut saudara jualan di lapak pinggir jalan Tanah Abang, sampai punya lapak sendiri. Ya masih suka bolak-balik ke Padang juga jadi belum gangi KTP DKI," kata wanita berkerudung kuning itu.

Pedagang lainnya, Karim (39) juga khawatir tidak bisa kembali berjualan karena ber-KTP Padang. Ia mengaku belum mendapatkan KTP DKI lantaran saat itu memiliki dobel identitas.

"Dulu kan punya 2 KTP, KTP DKI sama KTP Padang. Eh pas ada KTP elektronik malah yang jadi KTP di Padang," ucapnya sembari melayani pembeli.

Karim mengungkapkan jika informasi harus ber-KTP DKI untuk menempati skybridge benar.

Ia akan mencoba mengurus ke Kelurahan maupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Padang untuk tarik berkas dan bikin surat pindah.

"Iya si banyak yang bilang seperti itu (harus ber-KTP DKI). Mangkanya ini saya coba mau urus biar bisa menempati skybridge," paparnya. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help