Asian Games 2018

Menteri Tenaga Kerja Ingin Angkat Atlet Asian Games 2018 Jadi PNS, Ternyata Sudah Keduluan Menpora

Para atlet yang meraih medali maupun tidak, kini menjadi rebutan kementerian untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Menteri Tenaga Kerja Ingin Angkat Atlet Asian Games 2018 Jadi PNS, Ternyata Sudah Keduluan Menpora
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi selamat saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9/2018). 

KONTINGEN Indonesia berhasil meraih 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu dalam ajang Asian Games 2018.

Para atlet yang meraih medali maupun tidak, kini menjadi rebutan kementerian untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Hal itu diakui oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, saat memberi penghargaan kepada tiga atlet peraih medali emas Asian Games 2018, yang merupakan anak mantan pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI).

Baca: Nikita Mirzani Mengaku Cuma Dapat Nafkah Rp 50 Juta Selama Dinikahi Siri oleh Dipo Latief

Ketiga atlet itu adalah Aji Bangkit Pamungkas (pencak silat), serta Aries Susanti Rahayu serta Rindi Sufrianto (panjat tebing).

“Saya hubungi langsung Pak Menpora, bahwa saya ingin para atlet yang berlaga di Asian Games 2018 yang merupakan anak pekerja migran Indonesia, bisa kami angkat sebagai PNS di lingkungan Kemenaker,” ungkap Hanif Dhakiri di Kantor Kemenaker, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018).

Namun, Hanif Dhakiri harus kecewa, karena menurutnya Menpora Imam Nahrawi mengatakan atlet-atlet yang berprestasi akan diangkat sebagai PNS di lingkungan Kemenpora. Hanif Dhakiri mengatakan siap menampung atlet yang ingin menjadi PNS di Kemenaker.

Baca: Pemkot Tangerang Tunggak Pajak Kendaraan Bermotor Rp 1,1 Miliar

“Ya saya bilang kalau ada yang berminat di Kemenaker bisa kita tarik ke sini,” ucapnya.

Keberhasilan para atlet tersebut, terutama anak para TKI yang berprestasi di Asian Games 2018, menurut Hanif Dhakiri, menumbuhkan optimisme bagi anak-anak negeri untuk berprestasi.

“Keberhasilan mereka menumbuhkan harapan bagi anak negeri lainnya, bahkan bagi TKI, bahwa TKI tak bisa diremehkan. Selain sebagai penghasil devisa bagi negara, mereka juga melahirkan juara yang mampu mengharumkan nama bangsa,” paparnya.

Hanif Dhakiri menyerahkan penghargaan kepada ketiga atlet itu, masing-masing Rp 25 juta dari BRI, Rp 25 juta dari BNI, Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Hari Tua selama 48 bulan dari BPJS Ketenagakerjaan. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved