Beginilah Kondisi Waduk Rorotan Cakung yang Membuat Kadis SDA jadi Tersangka

BELUM banyak yang mengatahui mengenai waduk Rawa Rorotan Cakung di Jakarta Timur.

Beginilah Kondisi Waduk Rorotan Cakung yang Membuat Kadis SDA jadi Tersangka
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Kondisi waduk Rawa Rorotan yang menjadikan Kadis SDA menjadi tersangka. 

BELUM banyak yang mengatahui mengenai waduk Rawa Rorotan Cakung di Jakarta Timur. Nama waduk ini sempat mencuat setelah Kadis SDA Teguh Hendrawan ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan sebagai tersangka tersebut karena Teguh dituding melanggar pasal 170 tentang perusakan dan masuk ke pekarangan orang lain.

Ketika Warta Kota mencoba mencari keberadaan waduk tersebut, sebagian warga sekitar tidak banyak mengenal nama waduk rorotan, Cakung, Jakarta Timur. Namun mereka lebih mengenal waduk Jakarta Garden City (JGC) Jakarta Timur karena area lokasinya berada di kawasan tersebut.

"Waduk Rawa Rorotan Cakung, kayaknya ngak ada mas, tapi kalo waduk di Cakung cuma ada satu di dekat Aeon, itu ada waduk gede," kata Umar (40) salah seorang warga, Selasa (4/9/2018).

Sementara itu kondisi waduk yang menyeret Kadis SDA menjadi tersangka kini sudah terlihat menjadi waduk. Kurang lebih luasnya sekitar 25 hektar. Sementara beberapa pinggiran waduk terlihat kosong hanya hamparan tanah kering.

Tak hanya itu beberapa papan larang memancing dan berenang pun juga ditanam disekitar waduk. Tidak terlihat adanya alat-alat berat yang berada di lokasi.

Sementara itu, salah seorang warga lain yang ditemui mengatakan bahwa kehadiran waduk tersebut sangat membantu untuk mengatasi banjir. Pasalnya sebelum waduk tersebut dibuat, lahan tersebut hanya rawa-rawa, bahkan ketika hujan deras membuat pemukiman sering kali tergenang.

"Sejujurnya ya ini kehadiran waduk itu bagus, dulu itu rawa-rawa, kalo hujan gede aja, bisa meluap ke pemukiman warga, tapi setelah ada waduk ini, ngak banjir lagi," kata Deny (50) salah seorang warga.

Dirinya mengaku tidak mengetahui fungsi dari waduk yang dalam proses pengerjaan tersebut, namun ia berfikir dengan adanya waduk ini, banyak manfaat yang dirasakan oleh warga sekitar.

Terkendala Pengerjaan
Dahulu sebelum lahan tersebut di ubah menjadi waduk pada tahun 1975 luas lahan mencapai 100 hektar. Namun pada tahun 1980-an setelah diukur kembali, lahan milik Provinsi DKI Jakarta tinggal 25 hektar, sementara lahan disekitarnya diklaim milik PT Mitra Sindo.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved