Bapenda Kota Bekasi Angkat Bicara Soal Defisit Anggaran Rp 900 Miliar

Bapenda Kota Bekasi angkat bicara soal adanya kabar Kota Bekasi mengalami defisit anggaran hingga Rp 900 miliar.

Bapenda Kota Bekasi Angkat Bicara Soal Defisit Anggaran Rp 900 Miliar
Tribun Bogor
Petugas Badan Pendapat Daerah (Bapenda) Kota Bogor bersama Satpol PP Kota Bogor dan Dishub Kota Bogor menertibkan belasan reklame bodong dan menunggak pajak di beberapa titik di Kota Bogor, Rabu (25/10/2017). 

BADAN Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi angkat bicara soal adanya kabar Kota Bekasi mengalami defisit anggaran hingga Rp 900 miliar.

Badan uang mengurusi sektor pendapatan di daerah ini menyebut, target pendapatan daerah hingga akhir tahun 2018 akan tercapai.

"Saya optimis dapat memenuhi target pendapatan daerah dengan melihat potensi pendapatan daerah yang ada saat ini" kata Kepala Bapenda Kota Bekasi, Aan Suhanda berdasarkan siaran pers yang diterima Warta Kota pada Selasa (4/9).

Aan mengatakan, masih ada sisa waktu empat bulan untuk meraih potensi PAD. Karena itu, dia menilai masih terlalu prematur bila kondisi keuangan Kota Bekasi disebut defisit anggaran.

"Pengertian defisit menurut Direktorat Jenderal Pembangunan Keuangan Kementerian Keuangan RI, merupakan selisih kurang antara pendapatan daerah dan belanja daerah pada tahun anggaran yang sama. Defisit terjadi bila jumlah pendapatan lebih kecil dari pada jumlah belanja pada akhir tahun anggaran (31 Desember)," jelas Aan.

Menurut dia, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan pendapatan daerah pada 2018 mencapai Rp 5.386.109.580.209,00. Rinciannya, dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2.431.127.344.183,00, Bagian Dana Perimbangan Keuangan sebesar Rp 1.678.443.847.626,00, lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp. 1.276.538.388.400,00

Sedangkan untuk Penerimaan Pendapatan Daerah tahun 2018 sampai tanggal 29 Agustus 2018 sebesar Rp 3.099.349.078.610.93 atau 57.54% terdiri dari PAD sebesar Rp.1.235.365.869.146,93 atau 50.81%, Bagian Dana Perimbangan Keuangan sebesar Rp.1.141.325.236.674,00 atau 68.00%, Lain-lain pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp. 722.657.972.790,00 atau 56.61%.

Adapun sisa target pendapatan daerah yang harus dicapai sampai dengan akhir Desember 2018 sebsar Rp. 2.286.760.501.599,07. Upaya-upaya dalam memenuhi pencapaian target pendapatan daerah hingga akhir tahun 2018 ini salah satunya melakukan verifikasi dan penagihan piutang pajak daerah bersama Inspektorat Kota Bekasi seperti PBB, pajak Hotel, pajak restoraan, pajak Reklame, pajak Parkir, Pajak Air Tanah dan pajak Hiburan," kata Aan.

Dia menambahkan,Bapenda Kota Bekasi juga masih berupaya untuk mencapai target pendapatan daerah, dengan melihat potensi pendapatan daerah yang ada. Maka dari itu, Bapenda optimis dapat memenuhi target Pendapatan Daerah tahun 2018 ini.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved