Pilpres 2019

Pengamat: Perdebatan Pro-Kontra #2019GantiPresiden Hanya Berupa Pepesan Kosong

Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menilai Pro-Kontra #2019gantipresiden akan terus berlanjut.

Pengamat: Perdebatan Pro-Kontra #2019GantiPresiden Hanya Berupa Pepesan Kosong
Warta Kota/Hamdi Putra
Pakar Komunikasi Politik, Emrus Sihombing. 

PAKAR komunikasi politik Emrus Sihombing menilai Pro-Kontra #2019gantipresiden akan terus berlanjut.

Bahkan Emrus Sihombing menyebut ada kecenderungan polemik 2019GantiPresiden akan semakin hangat menjelang kampanye Pilpres 2019.

Merujuk pada perdebatan pro dan kontra tersebut, ia berpendapat bahwa wacana publik tersebut lebih tepat disebut sebagai pepesan kosong karena sangat mengabaikan materi perdebatan yang substansial, seperti perdebatan adu ide, adu gagasan dan adu program kebangsaan untuk kesejateraan rakyat Indonesia.

Ia mengamati perdebatan di ruang publik, termasuk perdebatan di suatu program acara stasiun televisi swasta pada pekan lalu.

Misalnya para narasumber berlatarbelakang dari partai politik serta menduduki jabatan publik dan ada peserta yang seharusnya menyandang sebutan dewan yang terhormat, telah menunjukkan perdebatan sebagai tontonan yang sangat tidak bermutu.

"Karena itu, perdebatan dengan menggunakan tanda pagar (tagar) itu, dari aspek komunikasi politik hanya bertujuan memanipulasi persepsi publik," ujar Emrus Sihombing dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Kota, Senin (3/9/2018).

Diskusi publik pro dan kontra tersebut sudah mulai masuk babak baru, yaitu saling 'meyerang'.

Pilihan diksi pada pesan komunikasi politik yang mereka lontarkan pun sudah sangat menyedihkan.

Perilaku komunikasi politik yang ditunjukkan semakin menjaga jarak dari komunikasi peradaban.

Emrus Sihombing melihat mereka sudah tidak mengedepankan intelektualitas yang matang.

Halaman
123
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved