Gempa Lombok

Minta Korban Gempa Bijak Gunakan Bantuan, Jokowi: Nanti Rumahnya Enggak Jadi, Malah Punya Motor Baru

‎Jokowi menjelaskan, pembangunan rumah di Lombok harus sesuai arahan Kementerian PUPR, di mana kontruksi bangunannya harus tahan gempa.

Minta Korban Gempa Bijak Gunakan Bantuan, Jokowi: Nanti Rumahnya Enggak Jadi, Malah Punya Motor Baru
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Jokowi di Pemenang, Lombok Utara, NTB, Minggu (2/8/2018). 

PRESIDEN Joko Widodo meminta masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat, memanfaatkan bantuan pembangunan rumah akibat terdampak gempa secara benar.

"Pembagian bantuan yang diberikan pada sore ini sebanyak 5.293 rumah. Ini agar saya titip, uang ini betul-betul dipakai untuk pembangunan rumah, itu prioritas utama," ujar Jokowi di Pemenang, Lombok Utara, NTB, Minggu (2/8/2018).

‎Jokowi menjelaskan, pembangunan rumah di Lombok harus sesuai arahan Kementerian PUPR, di mana kontruksi bangunannya harus tahan gempa.

Baca: Didoakan Terpilih Jadi Presiden Lagi, Jokowi Tegur Warga Lombok

"Tahun 1979 pernah mengalami hal seperti ini (gempa), artinya apa? Rumah-rumah yang dibangun, harus rumah tahan gempa, sehingga kalau ada gempa lagi, rumahnya tidak ada masalah," paparnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun berpesan kepada masyarakat penerima bantuan pembangunan rumah, agar memanfaatkan secara benar, karena dana yang diberikan merupakan uang negara.

"Ini uang negara, tetap ada pertangungjawabannya, jadi nanti tetap dicek, jadi rumah bener enggak? Nanti rumahnya enggak jadi, duitnya enggak ada, ke mana uangnya? Hati-hati, jangan dipakai yang lain-lain," tutur Jokowi yang disambut riuh masyarakat.

Baca: Maling Bobol SDN 06 Cakung Timur, Sejumlah Perlengkapan Sekolah Raib

‎"Rumahnya enggak jadi, nanti punya sepeda motor baru. Nah, ini enggak boleh, enggak bener," sambung Jokowi.

Untuk memastikan warga Lombok membangun rumah tahan gempa, ‎pemerintah telah mengirimkan 400 insinyur muda CPNS tahun 2017, untuk mendampingi masyarakat membangun rumah tahan gempa di Pulau Lombok.

"Mereka akan bersama-sama dengan ribuan fasilitator dan masyarakat untuk pembangunan dan perbaikan sekitar 74 ribu rumah yang rusak," ucapnya.

Baca: Polisi Klaim Kecepatan Kendaraan Meningkat 44,5 Persen Setelah Perluasan Ganjil Genap

Jokowi menyampaikan, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk rumah yang rusak berat, Rp 30 juta untuk rusak sedang, dan Rp 10 juta untuk perbaikan ringan.

"Rumah-rumah untuk korban gempa di Lombok berupa RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat), hasil inovasi Balitbang Kementerian PUPR, yang contohnya sudah berdiri di Lombok," kata Jokowi.

Sedangkan fasilitas publik,seperti pasar, sekolah, rumah ibadah, puskesmas dan rumah sakit yang rusak, ‎Jokowi mengatakan, pemerintah akan perbaiki dan ditargetkan bisa kembali berfungsi pada Desember 2018. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved