Ganjil Genap

Kadishub DKI Ingin Perluasan Ganjil Genap Diteruskan Setelah Asian Para Games 2018

Ia bersama tim saat ini sedang mengkaji aspek lain, yang juga terkena dampak kebijakan ganjil genap.

Kadishub DKI Ingin Perluasan Ganjil Genap Diteruskan Setelah Asian Para Games 2018
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah di Balai Kota, Senin (3/9/2018). 

KEPALA Dinas Perhubungan (Kadishub) Andri Yansyah berharap kebijakan perluasan ganjil genap bisa diteruskan setelah Asian Para Games 2018 selesai.

"Saya juga kepengin (sistem ganjil genap dipermanenkan). Cuma kan kita juga harus lihat aspek-aspek yang lain," ujar Andri Yansyah di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/9/2018).

Namun, Andri Yansyah tak bisa memutuskan sepihak. Ia bersama tim saat ini sedang mengkaji aspek lain, yang juga terkena dampak kebijakan ganjil genap.

Baca: Warga Kota Tangerang Kini Bisa Keliling Naik Bus Wisata Gratis, Ini Rutenya

"Jangan sampai kebijakan yang kita ambil justru menimbulkan dampak yang kurang bagus di aspek yang lain, di luar aspek transportasi pastinya," tutur Andri Yansyah.

Mulai hari ini kebijakan perluasan ganjil genap kembali diteruskan hingga Asian Para Games selesai, yakni pada 13 Oktober 2018.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, kebijakan ini hanya bersifat sementara, hingga Asian Para Games 2018 selesai.

Baca: Neno Warisman Dipaksa Pulang, Fahri Hamzah: Ada Pejabat BIN Daerah Bermental Otoriter, Capek Deh!

"Memang hanya sampai Paralympic, karena ini memang kebijakan sementara untuk menyukseskan Asian Games dan Asian Paralympic Games saja," jelas Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Bahkan, Anies Baswedan mengatakan ini adalah kebijakan jangka pendek yang tidak mungkin diperpanjang setelah pesta olahraga selesai.

"Nah, ini saya garis bawahi. Ini adalah kebijakan jangka pendek, karena itu tidak perlu berspekulasi apakah ini akan diperpanjang atau tidak. Bukan semata-mata setelah selesai Asian Paralympic, nanti kemudian diteruskan," paparnya.

Namun, kali ini kebijakan ganjil genap  tidak berlaku pada Hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved