Fahri Hamzah Tuding Rupiah Melemah karena Tidak ada Kepastian Hukum di Indonesia

Fahri Hamzah mengatakan, terus melemahnya nilai tukar rupiah, karena tidak adanya kepastian hukum di Indonesia.

Fahri Hamzah Tuding Rupiah Melemah karena Tidak ada Kepastian Hukum di Indonesia
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Direskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2018). 

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah menyoroti terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (3/9/2018), dibuka melemah ke posisi Rp 14.745 per dolar AS. Dengan posisi tersebut, depresiasi rupiah sejak awal tahun ini menjadi 8,52 persen.

Fahri Hamzah mengatakan, terus melemahnya nilai tukar rupiah, karena tidak adanya kepastian hukum di Indonesia.

Baca: Fahri Hamzah: Kalau Rupiah Amblas, Jokowi Amblas

Ia mengaku sudah mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal masa pemerintahan, bahwa tantangan ke depan adalah kepastian hukum yang berpengaruh terhadap kepercayaan pasar.

"Saya sudah mengingatkan Pak Jokowi, ada hal mendasar yang dilihat masyarakat internasional dan pasar. Ini yang sudah saya ngomong tuh dua atau tiga bulan setelah Jokowi dilantik jadi presiden," kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2018).

"Oktober 2015 itu, awal atau akhir tahun, waktu rapat konsultasi, saya mengingatkan ke Pak Jokowi, tantangan buat bapak adalah kepastian hukum," sambungnya.

Baca: Fadli Zon: Pelemahan Rupiah Bisa Mengarah ke Krisis yang Cukup Gawat

Di awal pemerintahan Jokowi, lanjut Fahri Hamzah, nilai rupiah kokoh terhadap dolar karena optimisme pasar yang tinggi. Banyak yang optimis Jokowi akan menjamin kepastian hukum, sehingga akan menumbuhkan kepercayaan untuk berinvestasi di Indonesia.

"Optimisme ini lagi tinggi, dan waktu itu dibilangin Pak Jokowi itu kayak Obama-nya Indonesia. Pasar lagi sangat happy, your challenge adalah hukum, kepastian. Bisa pasti enggak situasi ini dilihat," ulasnya.

Namun, menurut Fahri Hamzah, lambat laun kepercayaan tersebut pudar. Tidak ada kepastian hukum di Indonesia, karena sejumlah aparat dan lembaga tidak tunduk pada aturan tertulis.

Baca: Rupiah Tembus 14.600 per Dolar AS, Kata Sri Mulyani Penyebabnya Turki

"Nah, kepastian hukum ini yang menyebabkan orang labil, enggak berani berbisnis. Karena dia tidak memegang sesuatu yang ada jaminannya," paparnya.

Di sisi lain, menurut Fahri Hamzah, utang Indonesia terus menumpuk. Banyaknya utang karena belanja infrastruktur yang tinggi tersebut tidak berekses pada pertumbuhan ekonomi.

"Belum lagi pemasukan modal-modal dengan syarat yang banyak. Ini yang membuat growth enggak tumbuh. Sekarang udah ada attacks terhadap rupiah, ya sudah," bebernya.

Baca: Nilai Tukar Rupiah Terus Merosot, Maruf Amin: Pemerintah Sudah Siapkan Solusi

Hal itulah yang menurut Fahri Hamzah membuat nilai rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Fahri Hamzah mengatakan, bila dibiarkan, maka ekonomi Indonesia akan terancam.

"Pak Jokowi kalau begini situasi, ini habis. Sebentar lagi 15 ribu, 16 ribu. Enggak ada yang pegang ini ekonomi. Coba lihat aja," tuturnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help