Gempa Lombok

Dua BUMN Sanggupi Permintaan Jokowi Perbaiki Sekolah dan Rumah Sakit di Mataram Rampung Dua Bulan

Hal tersebut disampaikan Jokowi setelah meninjau SMPN 6 Mataram dan RSUD Kota Mataram, bersama jajarannya, Senin (3/8/2018).

Dua BUMN Sanggupi Permintaan Jokowi Perbaiki Sekolah dan Rumah Sakit di Mataram Rampung Dua Bulan
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Jokowi di Pemenang, Lombok Utara, NTB, Minggu (2/8/2018). 

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan dua BUMN segera memperbaiki bangunan sekolah dan rumah sakit yang mengalami keretakan akibat gempa bumi, beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan Jokowi setelah meninjau SMPN 6 Mataram dan RSUD Kota Mataram, bersama jajarannya, Senin (3/8/2018).

"‎Ini salah satu sekolah SMP 6 yang ada di Mataram yang juga kita lihat, meskipun sudah diaudit oleh Kementerian PUPR, kondisi bisa digunakan. Tapi karena banyak retak-retak, mengkhawatirkan, sehingga anak-anak takut belajar di dalam gedung," ujar Jokowi.

Baca: Jokowi Kaget Saat Gibran Pilih Bisnis Martabak, Kini Sangat Mendukung

Melihat kondisi tersebut, Jokowi memerintahkan PT WIKA Gedung untuk segera memperbaiki bangunan yang retak dan mengganti atap-atap sekolah yang rusak.

"Tadi saya tanyakan, kurang lebih memakan waktu dua bulan, sehingga anak-anak sementara ya memang belajar seperti ini (di luar gedung)," papar Jokowi.

Selain SMPN 6 Mataram, Jokowi pun meninjau RSUD Kota‎ Mataram, di mana para pasien saat ini masih dilakukan perawatan menggunakan tenda darurat.

Baca: Dukung Prabowo-Sandi, Rhoma Irama Ciptakan Lagu Berjudul Padi

"Ini sama dengan sekolah, disuntik konstruksinya, direhab yang retak, mereka menyanggupi dua bulan selesai," ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, untuk kontraktor pekerjaan di rumah sakit diberikan tugas ke PT Hutama Karya (Persero), di mana mereka berjanji menyelesaikan tugasnya tetap waktu.

"Saya lihat rusaknya ringan-sedang, tapi ini perlu segera diselesaikan. Saya akan ke sini lagi dua bulan, saya akan liat langsung," kata Jokowi.

Baca: Gandeng Swasta, LRT Bakal Tersambung Hingga Bogor

Terkait pembangunan rumah warga, kata Jokowi, sistem yang digunakan harus tahan gempa, yaitu menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), yang akan dibimbing Kementerian PUPR.

Mantan Gubernur DKI Itu pun mempersilakan masyarakat membangun rumah sesuai keinginannya, tetapi harus tahan gempa.

"‎Boleh pakai RISHA, bisa bambu, kayu, bisa panggung, tapi harus diawasi, didampingi insinyur-insinyur dari Kementerian PUPR, agar rumah itu betul-betul anti gempa," papar Jokowi. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help