Gempa Lombok

Didoakan Terpilih Jadi Presiden Lagi, Jokowi Tegur Warga Lombok

Menurut Jokowi, dalam penyaluran dana bantuan untuk pembangunan rumah mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 50 juta per rumah, perlu hati-hati.

Didoakan Terpilih Jadi Presiden Lagi, Jokowi Tegur Warga Lombok
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Presiden Joko Widodo menghibur anak-anak yang terdampak gempa bumi, di tenda dekat lapangan bola Gunung Sahari?, Lombok Timur, NTB, Minggu (2/8/2018). 

PRESIDEN Joko Widodo menegur salah satu warga Lombok, NTB, karena berkampanye.

Awalnya, Presiden Jokowi memberikan bantuan pembangunan rumah secara simbolis kepada masyarakat Lombok di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Minggu (2/8/2018).

Setelah memberikan sambutan, Jokowi mempersilakan warga yang ingin menyampaikan sesuatu untuk naik ke atas panggung. Raden, salah satu warga Lombok, berkesempatan menyampaikan keluh kesahnya.

Baca: Atasi Antrean Panjang dalam Pelayanan Publik, Pemkot Tangerang Andalkan Si Anton

"Bantuan pembangunan rumah, masih ada yang belum," ucap Raden.

Keluhan tersebut, langsung dijawab Jokowi dengan menyampaikan bahwa pemerintah membutuhkan waktu untuk melakukan verifikasi data di lapangan secara akurat, karena dana yang diberikan merupakan uang negara.

"‎Kurang lebih ada 71 ribu rumah yang rusak berat, ringan, sedang. Ini jumlah yang tidak sedikit. Yang baru kita verifikasi 19 ribu, masih banyak yang belum terdata dan terverisikasi dengan baik. Saya minta semuanya bersabar, agar verifikasi betul-betul akurat," tutur Jokowi.

Baca: Ditanya Jokowi, Anak Korban Gempa Lombok Sebut Hiu dan Paus Merupakan Ikan Hias

Menurut Jokowi, dalam penyaluran dana bantuan untuk pembangunan rumah mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 50 juta per rumah, perlu hati-hati. Karena jika terdapat kesalahan, maka pejabat negara bisa terkena kasus hukum.

"Pejabat ngitungnya juga takut, kalau hitungannya keliru, uang sudah keluar. Nah, ini bisa masuk sel yang keliru, jadi semuanya harus hati-hati," ucap Jokowi.

Mendengar penjelasan Presiden, Raden langsung memahaminya, dan tidak menyampaikan keluhan lagi, tetapi malah mempromosikan Jokowi di Pilpres 2019.

Baca: Jokowi Goyang Dayung Saat Pelajar SMPN 6 Mataram Nyanyikan Yel-yel

"Dana sumbangan ini, kita sangat bersyukur kepada Allah dan pada presiden. Rasa syukur kepada Presiden, di periode nanti semoga jadi presiden lagi," kata Raden disambut tawa hadirin.

"Sebentar-sebentar, ini enggak boleh, ini kampanye, enggak boleh, enggak boleh," timpal Jokowi yang melarang Raden untuk berkampanye.

Pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk rumah yang rusak berat, Rp 30 juta untuk rusak sedang, dan Rp 10 juta untuk perbaikan ringan.

Baca: Mantan Menteri ATR Jadi Timses Prabowo-Sandi, Kubu Jokowi: Mungkin Kecewa karena Direshuffle

Konstruksi pembangunan rumah diwajibkan menggunakan teknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)‎, agar memiliki ketahanan ketika terjadi gempa.

Sedangkan fasilitas publik seperti pasar, sekolah, rumah ibadah, puskesmas, dan rumah sakit yang rusak, ‎Jokowi mengatakan, pemerintah akan perbaiki dan ditargetkan bisa kembali berfungsi pada Desember 2018. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved