Bus PPD Trayek BSD-Bandara Soetta Bertarif Rp 25.000 Mulai Diuji Coba

PPD melakukan uji coba rute baru Intermark BSD-Soekarno Hatta, pada Senin (3/9/2018)dengan menerapkan tarif promosi Rp 25.000.

Bus PPD Trayek BSD-Bandara Soetta Bertarif Rp 25.000 Mulai Diuji Coba
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Perum PPD, dan pengelola Tangcity Mall, menggelar uji coba operasional perdana angkutan umum premium, Rabu (10/1/2018) pagi. 

PERUM PPD melakukan uji coba rute baru Intermark BSD-Soekarno Hatta, pada Senin (3/9/2018). PPD melalui Jakarta Airport Connexion menerapkan tarif sebesar Rp 25.000 ribu selama masa promosi.

Dirut PPD Pande Putu Yasa menerangkan, pihaknya telah melakukan kajian untuk rute baru tersebut. Dan tak melihat adanya angkutan masal dari BSD menuju Bandara Soetta.

“Pada percobaan ini kami siapkan 5 unit bus, dengan interval satu jam sekali bus berangkat. Sebenarnya berapapun kebutuhan masyarakat kami siap, tapi ini kami lihat dulu animonya,” kata Pande Putu Yasa, di Intermark BSD, Tangerang Selatan, Senin (3/9/2018).

JA Connexion menargetkan waktu tempuh yang akan dilalui penumpang dari BSD menuju Bandara Soetta maksimal selama 1 jam perjalanan.

“Maksimal 80 menit, tapi hitungan kami satu jam sudah bisa sampai, ke Bandara," ucapnya.

Menurutnya, animo masyarakat Kota Tangerang Selatan menuju Bandara cukup tinggi. Sementara moda layanan transportasi umum menuju Bandara dari Tangerang Selatan masih belum ada.

“Karena angkutan umum ini terbatas sementata mobilitas masyarakat Tangsel ini tinggi,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany sangat berharap, dengan adanya rute baru menuju Bandara ini bisa memberikan kemudahan bagi warganya. Terutama menuju ke Bandara Soekarno-Hatta.

“Muudah - mudahan kehadiran JA Connexion bisa memudahkan masyarakat dan bisa menjadi solusi masyarakat untuk mendapatkan sarana prasarana publik menuju Bandara,” ungkap Airin.

Ia menyebut kemacetan yang terjadi di Kota Tangerang Selatan semakin bertambah. Meski upaya penambahan jalan terus dialakukan.

“Sekali lagi kemacetan akan terus bertambah di Tangsel karena penduduk terus bertambah. Maka harus disiapkan dengan transportasi masal meski kami selalu menambah jalan,” imbuhnya.

Bambang Prihantono Kepala BPTJ, menekankan pentingnya melakukan upaya jemput bola, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang ideal.

Pihaknya, saat ini tak hanya menerapkan kebijakan yang mendorong masyarakat luas beralih ke transportasi masal.

“Tapi kami ingin PPD menyiapkan armadanya, agar masyarakat mau beralih, karena tranportasinya sudah tersedia dengan baik. Kami tidak cukup membicarakan kebijakan ganjil genap, ada komplain pengusaha mall mengalami penurunan pengunjung karena kebijakan itu, dan kami lakukan dengan transportasi antar Mall,” tutur Bambang.

Menurutnya, transportasi yang ada saat ini sudah gawat darurat. Maka dengan kebijakan yang ada ganjil genap perubahan pola masyarakat telah bergeser.

“Transjakarta mengakui ada peningkatan penumpang 40 persen, PPD 20 persen, CO 2 kita juga turun 28 persen. Target-target capaian ini kita apresiasi luar biasa. Maka perlu kita bersama sama mendukung kebijakan ini,” paparnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved