Aerator Nano Bubble Efektif Tingkatkan Kadar Oksigen untuk Kurangi Bau di Kali Sentiong

Kandungan oksigen air Kali Sentiong meningkat sejak dipasang enam aerator dari 2 miligram per liter menjadi 5 miligram per liter.

Aerator Nano Bubble Efektif Tingkatkan Kadar Oksigen untuk Kurangi Bau di Kali Sentiong
Kompas.com/Davi Oliver Purba)
Uji coba 4 mesin di Kali Item atau Kali Sentiong, Tanjung Priok, Jakarta Utara,untuk memperbaiki kualitas air serta mengubah warna hitam Kali Item menjadi jernih. Bekerjasama dengan perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan, PT HAS Environmental, ada 4 mesin yang saat ini telah diuji coba yaitu, Nano bubble, aerator, surface aerator, dan blower, Kamis (26/7/2018). 

WARTA KOTA, TANJUNGPRIOK---Kehadiran enam aerator nano bubble di Kali Sentiong, Tanjung Priok, Jakarta Utara terbukti efektif mengurangi aroma tak sedap.

Kandungan oksigen di dalam air Kali Sentiong atau Kali Item itu meningkat sejak dipasang pada 2 Agustus 2018 lalu. 

Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Anto Tri Sugiarto mengatakan, enam alat aerator nano bubble yang dipasanga LIPI dan Kementerian Lingkungan Hidup memiliki dampak positif.

Baca: Aerator di Kali Sentiong Tidak Dibongkar untuk Dukung Asian Para Games 2018

“Oh iya ada (hasilnya). Hasilnya bagus, hasil analisa alat aerator ini juga bagus. Kita juga sedang sampling lagi untuk analisa lebih lanjut,” kata Anto, Senin (3/9/2018). 

Anto menambahkan, kandungan oksigen dalam air Kali Sentiong meningkat sejak dipasang enam aerator dari semula dibawah 2 miligram per liter, kini mencapai 5 miligram per liter.

“Secara batasan air itu kan 8 (miligram per liter), itu udah paling top karena secara alami oksigen cuma bisa segitu di air, kalau udaranya panas sih lepas. Makanya di angka 5 itu sudah sangat tinggi,” ucapnya.

Selain itu, kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan memudahkan upaya untuk pengurangan bau di Kali Sentiong.

Baca: 5.000 Liter Mikroba Disemprotkan ke Kali Sentiong Tanjung Priok, Jakarta Utara

Pasalnya, aliran air di Kali Sentiong akan semakin deras sehingga tidak menimbulkan endapan. 

“Iya, sebenarnya kan karena dia diam ya jadi bau. Kalau airnya mengalir kan, tinggal sumbernya aja. Kalau pembuangan limbahnya tidak masuk terus, ya bisa berkurang,” ucap Anto. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved